Rapat Paripurna DPRD Teluk Bintuni, Bupati Sampaikan Pengantar Nota Keuangan APBD 2019

BINTUNI | Bongkarnews.com – Proyeksi pendapatan daerah Kabupaten Teluk Bintuni tahun anggaran 2019 sebesar 2.132.835.215.965, (2 trilyun, 132 Milyar, 835 Juta, 215 Ribu, 965), jika dibandingkan dengan APBD tahun 2018, maka mengalami kenaikan sebesar 34,58 persen.

Pendapatan APBD tersebut terdiri dari, Pendapatan Asli Daerah sebsar 55 Milyar Rupia. Dana Perimbangan 1 Trilyun 493 Milyar, 076 Juta, 085 Ribu Rupiah. Dana Alokasi Umum sebesar, 561 Milyar, 435 Juta, 385 Ribu Rupiah.Dana Alokasi Khusus sebesar, 149 Milyar, 649 Juta, 751 Ribu Rupiah.

Hal tersebut dikatakan Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw.MT saat menyampaikan pidato Pengantar Nota Keuangan APBD Tahun 2019 di Ruang Sidang Kantor DPRD Teluk Bintuni, Selasa, (27/11/2018)

Lanjut Bupati, lain lain pendapatan daerah yang sah sebesar, 584 Milyar, 759 Juta, 130 Ribu, 965 Rupiah yang terdiri dari, pendapatan hibah sebesar, 75 Milyar Rupiah.Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi sebesar 3 Milyar Rupiah, dana penyesuaian dan Otonomi Khusus sebesar 375 Milyar, 129 Juta, 080 Ribu, 965 Rupiah.Serta Pendapatan lainya sebesar 131 Milyar, 630 Juta, 050 Ribu Rupiah.

Ada beberapa target Pembangunan tahun 2019 diantaranya, pengentasan kemiskinan, pengurangan angka pengangguran, Pengurangan ketimpangan ekonomi dan wilayah,Peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Pengembangan ekonomi daerah berbasis sector unggulan, konservasi SDA untuk Pembangunan berkelanjutan, Percepatan Pembangunan infrakstruktur daerah.
Penyelenggaraan pemerintahan daerah yang efisien, efektif dan melayani, Penuntasan Tapal Batas kabupaten dan tapal batas antara Distrik serta Mendorong Pertumbuhan yang berkualitas yang menciptakan lapangan pekerjaan.

10 target tersebut secara tegas telah diakomodir dalam dokumen Rencana Kerja Anggaran Organisasi Perangkat Daerah sesuai dengan tugas fungsi dan tangungg jawabnya.

Tahun anggaran 2019 kata Bupati, pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni secara konsisten mengalokasikan anggaran pro rakyat, sebagai belanja stimulant bagi penciptaan lapangan kerja, pada program padat karya yang tersebar di 28 Distrik dengan alokasi anggaran sebesar 28 Milyar. Demikian halnya juga untuk penguatan pengusaha local, melalui program bantuan hibah modal usaha sebesar 5 Milyar, dan alokasi anggaran untuk paket paket infrakstruktur bagi masyarakat local sebanyak 400 an paket, dengan alokasi anggaran sebesar 50 Milyar. Kita juga tetap mengalokasikan anggaran bagi bantuan social ke-agmaan dan Pembangunan perumahan rakyat.

Melalui program padat karya tahun anggaran 2019, pemerintah daerah meyakini dapat menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak 2.800 yang tersebar di 28 Distrik. Para pekerja akan tergabung dalam kelompok kelompok masyarakat, dan akan mengerjakan program Pembangunan sederhana di kampung kampung, serta pemerintah daerah juga memastikan 500 bantuan hibah modal usaha.

Untuk itu menurut Bupati, apabila alokasi anggaran untuk program program pro rakyat ditambah dengan alokasi dana desa dan dana pemberdayaan kampung serta alokasi untuk bantuan modal usaha ditambah dengan alokasi untuk masyarakat local maka, proyeksi sekitar kurang lebih 375 milyar akan berputar di tengah tengah masyarakat kampung dan masyarakat local.Sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat local untuk tidak berkembang.

Dana sebanyak itu, dipastikan akan mampu menggerakan ekonomi masyarakat kampung, mendorong terciptanya lapangan kerja, dan akan memberi efek terhadap penanggulangan kemiskinan dan penanggulangan pengangguran.

Namun, saya sangat memahami begitu banyak aspirasi Pembangunan dari masyarakat, tapi kita harus realistis bahwa, kemampuan fiscal pada tahun 2019 walaupun diproyeksikan naik, akan tetapi kita harus tetap focus dalam mewujudkan pencapaian visi dan misi Pembangunan di tahun 2019.Kita semua harus optimis, semoga kondisi keuangan nasional akan membaik. (HUM/HS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *