Proses Belajar Mengajar dan Pelatihan di Pusat Pelatihan Industri Migas Resmi Berjalan

BINTUNI | Bongkarnews.com – Pemberlakuan ASEAN Fee Trade Area (AFTA) tahun 2015, memberikan tantangan tersendiri bagi praktisi dan pemimpin di Indonesia untuk mencetak SDM yang berkualitas. Upaya tersebut dilakukan agar SDM lokal bisa bersaing dengan tenaga kerja nasional maupun asing yang masuk ke daerah.

Nah, sebagai salah satu industri yang menyerap banyak tenaga kerja di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas). Maka diperlukan banyak SDM yang memiliki skil dibidang tersebut dan itu merupakan tangunggjawab pemimpin dari pusat sampai daerah dalam menciptakan masyarakat yang madani dengan cara memajukan standar pendidikan dan pelatihan.

Bacaan Lainnya

Kabupaten Teluk Bintuni merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) di sektor migas. Namun kenyataanya, masyarakat Teluk Bintuni yang bekerja di Genting Oil, Eni Oil, LNG Tangguh hanya sebagai security/satpam dan cleaning servis.

Melihat fenomena tersebut,maka Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni menginginkan masyarakat Teluk Bintuni memiliki skil agar bisa bersaing di perusahaan perusahaan migas di Teluk Bintuni.

Keinginan dan ketulusan kedua pemimpin tersebut terwujud dengan dilakukanya MoU antara pemerintah Teluk Bintuni dan Petrotekno untuk menciptakan SDM yang handal di sektor industri migas.

Keinginan dan ketulusan tersebut terwujud dengan resminya proses belajar dan pelatihan di pusat industry migas mulai berjalan. Hal ini ditandai saat Bupati Teluk Bintuni,Ir,Petrus Kasihiw,MT menyambut 100 peserta yang akan belajar di pusat pelatihan industry migas, Selasa (17/7).

Bupati berpesan agar para peserta belajar dengan baik dan semangat.Semua sarana dan prasarana sudah disiapkan, para peserta tinggal membawah diri untuk belajar.

Harapan kami,semoga dengan hadirnya pusat pelatihan ini,tenaga tenaga kerja di Teluk Bintuni mampu bersaing di tingkat nasional dan global.

Sementara itu, Advisor P2TIM Teluk Bintuni, Dr Ir Ign Rizal Aris M Si MM, menjelaskan, kemarin (Selasa,17/7) para peserta sudah mulai proses belajar. Namun mereka terlebih duluh diperkenalkan terkait kewajiban/aturan di pusat pelatihan.Intinya para peserta harus lebih paham tentang sefty disini.

Dikatakan Rizal Aris,kita harus menyiapkan generasi mudah Papua, khususnya masyarakat Teluk Bintuni untuk menjadi tenaga terampil di bidang konstruksi nasional,regional maupun internasional.

Yang kami inginkan,memutus mata rantai,dimana,selama ini putra dan putri Papua hanya menjadi security/satpam dan cleaning servis di perusahaan perusaan besar. Mengingat, sudah semakin banyak perusahaan perusahaan yang beroperasi di Teluk Bintuni yang beroperasi di sektor migas seperti,PT Pupuk Indonesia,Genting Oil, Eni Oil, LNG Tangguh Train 3 dan itu akan membutuhkan tenaga kerja semakin besar(man power).

Kita inginkan putra dan putri Papua mengambil peran penuh dibidang konstruksi migas.Itulah harapan kami dengan di operasikanya P2TIM Teluk Bintuni ini” harap Rizal Aris (Hum)

Pos terkait