BINTUNI | bongkarnews – Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw MT melalui Dinas Perindagkop Kabupaten Teluk Bintuni, menyerakan Bantuan modal usaha kecil bagi masyarakat, bertempat di Aula Kantor Dinas Perhubungan (Kantor DPRD lama) Sabtu (3/11/2018).
Sebelumnya pembagian bantuan modal usaha juga telah dilaksanakan di berbagai Distrik, kini giliran Distrik Bintuni Barat.
Saat memberikan arahan dihadapan para warga Distrik Bintuni Barat yang akan menerima bantuan modal usaha,Bupati memberikan motifasi dalam berbisnis.
Petrus Kasihiw, mencontohkan mama mama dari Suku asal Kabupaten Maybrat (A3_red).
“Kalau dilihat, hampir di seluruh Papua Barat ini mereka menguasai pasar, padahal mama- mama ini tidak membawa tanah dari Maybrat kesini (Bintuni_red) tapi mereka sangat giat untuk berusaha ” kata Bupati.
Sembari mengingatkan warga dan memberikan pujian buat mama-mama A3 yang berdomisili di Bintuni.
“Dimana-mana saya melihat cara berusaha mereka sangat luar biasa, mereka memiliki semangat, keuletan dan cara ber-wirasusaha dengan baik dan itu harus dijadikan contoh oleh Suku-suku lain ” Kata Petrus Kasihiw.
“Minimal rekening usaha di Bank Mandiri harus bertambah, dan jangan di campur modal atau dana yang ada di rekening bantuan usaha ini dengan rekening lain, agar mama-mama bisa melihat hasilnya. Karena apabila usahnya berhasil, Pemerintah kedepan akan menambah plafon anggaran, untuk itu saya berharap dengan di terimanya bantuan ini, maka warga harus lebih giat lagi hingga usahanya berkembang, biar kedepan plafon anggaran dapat di tambah ” jelasnya lagi.
Komitmen Bupati dan Wakil Bupati (Matret Kokop,SH) bahwa, paket paket yang langsung menyentuh masyarakat tetap berlanjut sampai akhir periode pertama.
Program Padat karya, ke-agamaan dan bantuan modal usaha akan jalan terus. Untuk saat ini , Jangan dilihat nilai bantuanya, tapi se-kecil apapun yang pemerintah berikan itulah sebuah bentuk perhatian untuk mengatasi persoalan.
Rekening ini bukan milik pemda tapi milik para penerima bantuan modal usaha, tinggal manfaatkan dengan baik. Bagi yang sudah menerima tahun 2017, tidak terima lagi tahun 2018 ini namun jika usahanya berkembang maka akan dibantu lagi.
Tahun lalu mekanisme pencairan bantuan modal usaha dibagi menjadi dua tahap, namun untuk tahun 2018 ini, hanya satu tahap dan langsung tunai, 4.550 diterima langsung untuk usaha, 50 ribu administrasi buku rekening dan 500 ribu di tabung.Tahun 2017, kios,penjual pinang 5 juta, warung makan 10 juta dan Koperasi 20 juta.Nah, tahun 2018 ini karena peminatnya sudah tiga kali lipat(seribu lebih) sementara uang yang disediakan tetap 5 miliar maka, pembagianya merata, yakni, kios, penjual pinang 5 juta dan koperasi 10 juta
Tahun 2018 masyarakat Bintuni Barat yang memasukan proposal di Dinas Perindustrian, Perdaganggan, Koperasi dan UMKM sebanyak 175 orang, dengan nilai uang 800 juta. (HS)





