Sitename

Description your site...

Petani Tambak Bandeng di Aceh Utara Keluhkan Harga Yang Tidak Stabil

Petani Tambak Bandeng di Aceh Utara Keluhkan Harga Yang Tidak Stabil
Foto: Salah Seorang Petani Tambak di Kecamatan Seuneddon Menujukkan Ikan Bandeng dari Hasil Panen.(Doc/Said Fauzi).

Aceh Utara | BN – Petani Tambak Bandeng di Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara, keluhan pasaran harga ikan bandeng yang tidak stabil, demikian Hal tersebut disampaikan sejumlah petani oleh  Edi Amri sapaan akrab Geuchik Amri kepada media Bongkarnews.com (13/09/2017).

” Selama ini petani tambak yang ada dikecamatan Seunuddon sangat mengeluh tentang ketidak stabilan hasil panen warga yang dibeli oleh tengkulak / agen,  dan tengkulak langsung membeli kelokasi tambak dengan harga Rp. 15.000 per kilogramnya dengan ikan bandeng dua ekor per kilogramnya, sebelumnya tengkulak berani membeli dengan harga Rp.20.000 per kilogram “. Jelasnya Amri.

Tambahnya, yang sangat memberatkan para petani tambak, dimana harga ikan yang dipanenkan itu sangat kecir bahkan tidak ada keutungan  jika dikali dengan harga modal pakan,”kami membeli pakan ikan bandeng harganya sampai Rp.247.000,- dalam persak, dalam satu hari harus ada dua sak pakan untuk luas area tambak lebih kurang  satu hektar atau dengan jumlah ikan didalamnya sekitar 3.000 ekor,”paparnya.

Disamping itu, dirinya juga melihat selama ini pemerintah daerah kurang memperhatikan para petani tambak yang khususnya didesa Bantayan Kecamatan Seunuddon, lebih kurang 10 tahun terhitung sejak 2007 sampai sekarang, Jika dibandingkan dengan sebelumnya, sedikitnya ada tersentuh perhatian dari pemerintah, Misalnya, seperti pembersihan tambak dengan memakai alat berat.

Harapnya, kepada Pemerintah Daerah khususnya Aceh Utara, kami sebagai petani tambak sangat membutuhkan perhatian Pemerintah, dan kalau bisa hasil panen kami bisa ditetapkan dengan nilai jual HET dan kami sebagai petani tambak sangat butuh kepedulian,” walou selama ini kurang di perhatikan,”Tutupnya.(Sf).

Tags:
banner 468x60