Penculik Bebaskan Sanderanya Dekat Tutue Rumbia

Biteuen | BN- Pelaku penculikan Harmaili akhirmya membebaskan sanderanya di dekat Tute Rumbia, Bireuen, Sabtu (9/8) dini hari, sebelum dijemput polisi untuk dminta keterangan. Dugaan sementara, kata Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto, SE, SH kepada Wartawan, kasus penculikan itu, di duga sementara, terkait dengan utang piutang.

Kapolres mengungkapkan terkait tidaknya masalah utang piutang, pihaknya harus menunggu sa,pai pelakunya tertangkap. Singat korban, masalah yang dihadapi terkait masalah utang piutangh dengan mantan mertua dari istri pertamanya.

Dipaparkanya, berdasarkan keterangan korban polis, pelaku penculikan terhadap dirinya tiga orang, satu sopir dan dua lainnya sebagai penumpang. Korban mengaku tidak  mengenali pelakunya mengingat matanya dituup Lakban. “Dua ,menggu lalu, ada orang yang datangke rumahnya mencari korba, tapi korban tidak berada di rumahnya,” kata Kapolres.

Lalu, dua hari kemudian, sebelum aksi penculikan kembali datang dia orang ke rumahnya itu,  namun lagi-Lagi korban tidak berada di rumahnya. “Karenanya, kita menduga penculikan itu terkait utang piutang.  Namun, ini masih dugaan sementara, kepastiannya kita tiunggu para pelaku tertangkap,” papar Riza Yulianto.

Berita penculikan di Bireuen begitu heboh, sampai-sampai aksi penculikan mengingatkan pada masa konflik, mengingat pelakunya mengunakan menggunakan senjata api. Hal itu seperti ini, di alami seorang warga Meunasah  Bungo, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Harmaili atau Heri (36), yang diculik Orang Tak Dikenal (OTK), di desanya, Jumat (9/9) sekitar pukul 16.15 WIB.

Korban yang dikenal sebagai pendamping desa, diculik OTK dengan mengunakan senjata api laras panjang. Penculikan tersebut dinilai paling nekad dan sangat berani. Betapa tidak, dilakukan disalah satu warung kopi di Desa Munasah Bungo, di waktu siang hari lagi, dan yang membuat Heri tak berkutik, letusan senjata api laras panjang, yang  menyalak satu kali  ke arah bawah.

Salah seorang warga desa setempat,   yang sempat melihat kejadian itu mengatakan, peristiwa penculikan terhadap Heri, terjadi saat korban lagi duduk minum kopi di desanya, bersama rekannya.

Lalu, sekitar pukul 16.15 Wib, salah seorang pelaku yang turun dari mobil mendatangi korban yang mengajaknya naik ke dalam kenderaan yang ditumpangi pelaku. Tapi, Heri menolak  untuk naik ke mobil pelaku, sehingga pelaku penculik melepaskan tembakan satu kali ke lantai. Karena takutnya dengan pelaku yang mengunakan senjata api, akhirnya memaksanya menuruti permintaan pelaku, yang membawanya nail  Mobil X Trail, yang dibawa kawanan penculik itu.

Dikatakan,  jumlah pelaku yang menculik Heri sebanyak  tIga orang, seorang diantaranya menggunakan senjata laras panjang jenis AK- 56. Mereka datang ke warung kopi dengan mengunakan Mobil X Trail dengan warna Lakban hitam dan Nopol BK 78 M yang juga  dilapisi dengan lakban hitam. Sehingga kuat dugaan Nopol yang digunakan palsu, yang memang menjadi modus dalam setia aksi penculikan.

Tidak lama setelah tragedi penculikan itu, datang aparat kepolisian dari Polsek Peudada, beserta tim Rekrim Polres Bireuen, yang sebelumnya mendapat laporan dari warga tentang aksi penculikan itu.

Di TKP, aparat kepolisian mengamankan satu selongsong peluru, selotip baju dan satu unit HP milik korban yang tertinggal di tempat, karena buru-buru saat akan dibawa penculik. Polisi juga langsung memberikan garis polisi (police line) agar warga tidak memasuki kawasan itu.

Pihak kepolisian kepada awak media nengatakan, saat ini aparat fokus ke lapangan dalam upaya memburu pelaku.Maimun Mirdaz)

 

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas