Pasang “Sajadah” Sebagai Umpan “, RSUD dr Fauziah Bireuen Raih Bintang 5 Paripurna - Bongkarnews

Sitename

Description your site...

Pasang “Sajadah” Sebagai Umpan “, RSUD dr Fauziah Bireuen Raih Bintang 5 Paripurna

53298 KALI DIBACA
Pasang “Sajadah” Sebagai Umpan “, RSUD dr Fauziah Bireuen Raih Bintang 5 Paripurna
Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen Dr Muktar MARS

PDA

BIREUEN | BN – Trik yang dipersembahkan pihak RSUD dr Fauziah Bireuen dalam menjamu tamu Tim Akreditasi dari Kementrian Kesehatan RI yang mendapat sorotan tajam dan beragam kata sumpah serapah dari public beragama Islam beberapa waktu lalu terkesan membuahkan hasil sebagaimana  ditargetkan..

Kata kutukan yang dialamatkan kepada Pimpinan Rumah Sakit dr Fauziah Bireuen itu berkaitan dengan penggunaan sarana “Sajadah Sholat” Yang dibentang sebagai alas pijakan tanpa membuka alas kaki yang digunakan anggota Tim tamu kehormatan barangkali dianggap sepadan malah cukup membanggakan dengan nilai hasil penilaian yang diperoleh nyakni pada level Bintang 5 Paripurna.

Hasil tersebut diungkap langsung oleh Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen dr Mukhtar MARS kepada wartawan Bireuen menyusul informasi perolehan nilai hasil akreditasi yang dilakukan Tim Kementrian Kesehatan Pusat Pertengahan Desember Lalu.

Mukhtar juga memberi uraian bahwa Bintang 5 Paripurna yang sukses diraih pihaknya merupakan hasil peningkatan mutu dan keselamatan pasien dengan hasil penilaian diatas 80 persen nilai rata-rata, disamping standar akreditasi International Joint Comission Internasional (JCI)yang dibuat supaya system pelayanan rumahsakit bersangkutan lebih ditingkatkan lagi.

“Alhamdulillah kerja keras pelayanan medis serta para dokter dirumahsakit kita selama ini telah mampu meraih predikat Bintang 5 Paripurna, dan selanjutnmya menurut Mukhtar Tim akan kembali datang melakukan evaluasi lanjutan dalam kurun waktu selama 3 tahun berturut,” Papar Mukhtar bangga tanpa beban terhadap penilaian masyarakat saat pihaknya menyanjung anggota Tim Penilai sampai menggunakan alas sarana tempat shalat bagi kaum beragama Islam untuk alas pijakan anggota Tim Verifikasi yang disebut-sebut diantara ketiga orang anggota Tim saat itu terselip orang bukan beragama Islam.

Dirincikan pula, nilai penghargaan yang sama juga diperoleh beberapa rumahsakit di Propinsi Aceh diantaranya Rumah sakit Zainoel Abidin Banda Acxeh, Rumah Sakit Meraxa Banda Aceh, Rumah Sakit Ibu dan Anak di banda Aceh serta  Rumah Sakit Iskandar Muda dan Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. Sedangkan beberapa rumahsakit disejumlah kabupaten lainnya di Propinsi dinilai belum memenuhi criteria untuk memperoleh nilai setingkat yang kita peroleh.

Terdapat 16 item dari 3 katagori lingkup penilaian yang dilakukan oleh Tim survey Akreditasi Kementrian Kesehatan RI  yaitu mencakup manajemen, keselamatan Pasien, serta system pelayanan yang kita jalankan selama ini.

Direktur Mukhtar sangat Yakin, jika dengan memprioritaskan pelayanan serta pengadaan alat sarana prasana yang lebih lengkap dengan SDM ditambah tenaga dokter yang selama ini cukup membantu maka Rumah Sakit dr Fauziah Bireuen pastinya akan mampu meraih predikat Nilai yang lebih Baik Lagi.

Walau nilai yang diperopleh pihak Rumah Sakit Kebanggaaan Masyarakat Bireuen tersebut mampu membuat diri mereka merasa bangga tanpa sedikitpun peduli ocehan dan kecaman terhadap ulah yang pernah dinilai melecehkan umat islam dengan penggunaan “Sajadah Hijau” sebagai alas pijakan tamu kristennya namun tidak demikian tanggapan dan perasaan dari sebagian masyarakat Bireuen.

Sebagaimana Comentar seorang  Nitizen bernama status Ahmad AlAsyi misalnya, menanggapi keberhasilan besar itu dalam bahasa daerah beliau menyatakan, Akibat pakai sajadah…besok anda pakai lagi…Ya Allah neu lungkop pemimpin jahil lage nyan rupa..Han malei bit…aleuh neu pakai sajadah..bangga meurumpok bintang 5.

Kesan yang tertangkap dari alur cerita Direktur Rumah sakit dr Fauziah saat menyampaikan hasil yang diperoleh dari kinerja Tim Akreditasi Kementrian Kesehatan RI selama tiga hari berada di Kabupaten Bireuen saat itu seakan tidak pernah menerima kata kecaman apapun yangt mengarah kepada kebijakannya.

Padahal system yang diberlakukan olehnya nyaris saja membuat masyarakat Bireuen bertindak anarkis ketika terpublis system pelecehan terhadap sarana tempat ibadah berupa “Sajadah bergambar kubah mesjid” yang umumnya dipergunakan sebagai lapisan tempat shalat oleh kaum beragama islam.

Mukhtar selaku penanggungjawab utama terhadap kejadian itu pun berupaya menangkis dan mengklarifikasi peristiwa takjub kala itu dengan beragam alasan, walau bagi public hal tersebut merupakan sengaja dibuat-buat untuk pembenaran terhadap aksi “cari muka” agar mendapat nilai sempurna dari  Tim penilai.

Meskipun tidak ada efek moral apapun yang sempat berbekas mengarah terhadap dirinya karena beragam penilaian miring berakhir aus seiring waktu, namun setidaknya Direktur Rumah Sakit yang telah memperoleh penilaian membanggakan menurut pihak Rumah Sakit Itu sendiri ada kesan rasa menyesal dan bersalah sehingga sempat nyata-nyata mengecewakan public.

Sikap tak bersalah Mukhtar sangat kentara tergambar saat yang bersangkutan memaparkan kesuksesan maksimal yang baru diperoleh kepada para wartawan Bireuen untuk tujuan mempublikasikan keberhasilannya kepada public. Padahal kejadian yang “mustahil” berlaku otomatis dan mendadak tentang penggunaan “Sajadah Hijau” itu belum pun sampai ada pertanggunggungjawaban “Sempurna” kenapa hal itu mesti berlaku sempurna dengan  terhias gerak gemulai sejumlah Bidan dalam menjamu tetamu kebesaran yang datang dari Jakarta Sana.

Facebooker Ahmad AlAsyi dalam hal ini berkomentar jika penghargaan tersebut didapat karena Pihak Rumah sakit dr Fauziah Bireuen berani berjibaku dengan sarana pendukung sarana tempat beribadah  Orang beragama Islam, kalau demikian besok anda pakaikan lagi. Ya Allah limpahkan azab kepada pemimpin jahil sedemikian rupa yang begitu bangga mendapatkan nilai bintang 5 karena sanggup menggunakan sajadah untuk pijakan kaki tamu terhormatnya.

Berbeda dengan kajian Ahmad Al Asyi, yang terkesan menempatkan sarana pendukung ibadah adalah merupakan segalanya yang tidak sebanding dikorbankan hanya untuk menyanjung tamu Tim Akreditasi dari Jakarta,  Facebooker Muhammad Zakaria justru mengabaikan system yang pernah diberlakukan pihak rumahsakit terhadap raihan hasil yang diperoleh.

Muhammad Zakaria lebih  memilih  menyampaikan ucapan kata selamat atas prestasi yang diraih pihak rumah sakit dr Fauziah yang menurut pandangannya selama ini telah bekerja keras dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Bireuen dan Aceh juga pada umumnya. (Roesmady)