Merasa Tertekan Sejumlah Guru Honor SMPN 2 Binjai Resah

Ilustrasi-guru-honorer

Binjai, BN-
Sejumlah honor Sekolah Menengah Pertama (SMPN) 2 Binjai mulai resah sejak terjadi pergantian Kepala Sekolah pada tahun lalu. Pasalnya, oknum Kasek tidak segan-segan memotong gaji honorer dengan dalih untuk efisiensi anggaran.  Setiap honorer yang dipotong, diharuskan menanda tangani surat pernyataan tidak keberatan, sehingga takut bereaksi sebab bisa berakibat tekanan mental.

Demikian informasi yang dikumpulkan wartawan koran ini dari beberapa honorer yang mewanti wanti agar namanya dilindungi dengan alasan yang masuk akal.

Bacaan Lainnya

 

Keterangan kebih lanjut, dari 17 guru honorer, beberapa orang angkatan tahun 2004 dipotong gajinya dari yang biasanya diterima Rp.950.000/bulan menjadi Rp.500.000 dengan alasan diseragamkan dengan honorer yang lain yang merupakan honorer baru. Bukan itu saja, tenaga Security yang biasanya menerima honor Rp.1.050.000 dipotong menjadi Rp.800.000/bulan.

Informasi lain diterima wartawan koran ini, sejak pergantian Kepala Sekolah, oknum Kasek telah membuat kebijakan baru yang justru memberatkan pedagang kantin. Besaran sewa Rp.20.000/hari setiap kantin dan wajib bayar sebelum anak-anak habis jam belajar.

Bagi setiap penghuni kantin diwajibkan memasang kramik lantai dengan biaya sendiri. Dari 7 (tujuh) kantin yang ada disekolah tersebut, hanya satu kantin yang tidak tidak bayar sewa maupun terkena kebijakan. Tidak satupun pedagang kantin berani menyuara karena takut dikeluarkan tidak berjualan lagi.

Menerima informasi keluhan tersebut, Wartawan koran ini terus berupaya untuk melakukan konfirmasi kepada oknum Kepsek, tetapi sulit ditemui hingga berita ini diterbitkan, sedangkan Satpam tidak berani memberi ijin masuk alasan ibuk sedang sibuk, sedang tidak ditempat dan alasan lainnya.(Uden)

Pos terkait