Krisis BBM, Warga Bintuni Menjerit

BINTUNI | Bongkarnews.com – Sejak tanggal 08 s/d 09 September 2018, Kota Bintuni terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar.

Pantauan media ini Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) yang beralamat di Jl Tisay, Bintuni sudah melakukan pembatasan pengisian kepada konsumen, bahkan terlihat beberapa kali terpaksa tutup, Senin (10/9/2018), pagi hari.

Bacaan Lainnya

Demikian pula para pedagang pengecer BBM pinggir jalan, tidak seperti biasanya stok selalu ada. Dampak dari pembatasan tersebut para pengecer tidak lagi memperoleh bahan untuk dijual.

Menurut salah saorang pemilik kios yang biasa menjual BBM jenis premium (bensin) mengatakan, “sudah tidak jual bensin lagi karena stok habis” ucapnya kepada awak media ini.

Namun ada juga di suatu tempat salah seorang pengecer yang meraup keuntungan lebih dalam situasi ini. Pengecer tersebut menjual bensin dan petralite dengan harga berkisar Rp. 11.000, tentu peristiwa ini, berdampak langsung kepada masyarakat.

“Sedangkan BBM salah satu bahan pokok untuk kebutuhan, dari segala jenis transportasi yang menunjang kehidupan sehari-hari, sangatlah bergantung dengan BBM, jika kondisi panceklik BBM ini terus berkepanjangan, bukan tidak mungkin mobilisasi juga akan terhambat, ungkap Notan salah seorang warga yang berprofesi sebagai tukang ojek.

Saat ditemui oleh awak media , Pelaksana Tugas yang juga pemilik APMS di Bintuni, H Hamid di kediamanya Jl Raya Bintuni, SP 4 Kampung Banjar Asoy, mengatakan, ” Bahwa penyebab kelangkaan BBM akibat dari terlambatnya muatan Stok BBM yang datang via kapal laut ke Bintuni, dikarenakan ada pelarangan dari pihak Syahbandar Pelabuhan Perikanan Sorong tempat biasanya lokasi muat BBM dilakukan untuk dibawa ke daerah-daerah untuk Stok BBM termasuk Kabupaten Teluk Bintuni serta belum diketahui apa penyebabnya, dan disinyalir 1 Minggu kedepan Stok BBM kosong ” ungkap H.Hamid.

“saya berharap agar kerjasamanya kepada pihak dinas terkait Perindakop Teluk Bintuni agar dapat memantau harga pasar yang terjadi, serta sangat disayangkan adanya oknum-oknum pengecer yang nakal sehingga memanfaatkan situasi, karena ini semua untuk kebutuhan masyarakat Bintuni “, kata H Hamid.

Dia juga berharap atas semua permasalahan yang terjadi, agar dapat cepat teratasi, sedangkan untuk stok BBM jenis solar, premium, benar-benar sudah kosong, sisa 7 (tujuh) ton BBM jenis pertalite yang ada dan ditaksirkan akan habis juga besok pagi.

Untuk Stok BBM Kabupaten Teluk Bintuni dari tahun 2017 kuota yang diberikan hanya 300 Ton/bulan, sedangkan jumlah kendaraan semakin hari tentunya semakin bertambah.

Atas terjadinya kelangkaan BBM di Bintuni pihaknya juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat, ucapnya langsung (Haiser Situmorang)

Pos terkait