BIREUEN | BN – Satu dari lima wadah kewartawanan diKabupaten Bireuen Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bireuen sukses memilih ketua baru dengan pegelaran acara Konfrensi Kota (Konferta) AJI ke III, di Aula Hotel Meuligou Cot Gapu Bireuen, Sabtu 31 Maret 2018.
Acara yang berakhir dengan kemenangan suara terbanyak terhadap paket pasangan Bahrul Walidin (Wartawan SKH Rakyat Aceh liputan Bireuen) sebagai Ketua AJI Bireuen periode 2018-2021 dan Umar Ibrahim (Wartawan TVRI daerah Liputan Kabupaten Bireuen) sebagai Sekretaris.
Acara komunitas insan Pers itu turut dihadiri Ketua Umum AJI Indonesia, diwakili Koordinator wilayah Sumatera Hendra Makmur, Ketua Komisioner KIP Bireuen Muktaruddin, wakil lembaga Panwaslu Bireuen yang di wakili Desi Safnita, Kepala Dinas Kominfo Muhammad Zubir, Kabag Humas dan Protkoler Enjur Parhandi, Ketua PPWI Bireuen Rusmadi, Ketua PWI Suryadi dan sejumlah kalangan mahasiswa dari UKM Pers Almuslim Peusangan.
Sepenggal kalimat pernyataan uraian kata sambutan, Koordinator AJI Wilayah Sumatera, Hendra Makmur mengupas kisah cikal bakal terbentuknya wadah kewartawanan bernama AJI hingga berdiri kokoh sekarang ini dan tetap pada kepedulian tiga isu utama.
Tiga isu dimaksud yaitu mencakup, perjuangan untuk mempertahankan kebebasan Pers, yang sampai kini point tersebut dijadikan sebagai Pekerjaan Rumah (PR) utama bagi AJI. Fokus isu selanjutnya yaitu meningkatkan profesionalisme. Dalam pandangannya, pers profesional merupakan prasyarat mutlak untuk membangun kultur pers yang sehat.
Sedangkan kepedulian Isu keKetiga bagi, menyangkut peningkatan kesejahteraan jurnalis tentang kesejahteraan. Item ini tergolong isu sensitive yang sangat ramai dibahas di media. Bagi AJI, kesadaran akan pentingnya isu ini sudah dimulai sejak Kongres AJI tahun 1997.
“Dengan adanya kualifikasi jurnalis semacam itulah pers di Indonesia bisa diharapkan menjadi salah satu tiang penyangga demokrasi. Salah satu program penting AJI yang berhubungan dengan etika adalah melakukan kampanye untuk menolak amplop atau pemberian dari nara sumber. AJI juga telah menggelar Uji Kompetensi Jurnalis yang pertama secara nasional sejak Februari 2012, dan akan terus bergulir di berbagai AJI Kota dan Propinsi” papar Hendra.
Gelar Acara Konferta ke III AJI Bireuen yang diikuti sebanyak 20 anggota tersebut juga dikemas dengan acara Sosialisasi Kode Prilaku Aji yang merupakan tahapan dalam Agenda kegiatan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bireuen.
Kemenangan terhadap pasangan wartawan Rakyat Aceh dan Wartawan Liputan TVRI wilayah Bireuen dan sekitarnya itu menyusul perolehan 10 suara dari 18 jumlah peserta menggantikan ketua dan sekretaris AJI periode sebelumnya, Yusmandin Idris (wartawan SKH Serambi Indonesia) dan Desi Safnita (wartawan Kompas Online) untuk daerah Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh.
Konferta III AJI Bireuen ini juga menetapkan, Ar.Djuli, Yusmadin Idris dan Wen Rudhi Bathin sebagai Majelis Etik Aji Bireuen, dan juga menetapkan tiga orang sebagai anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) AJI Bireuen, yaitu Yusmadin Idris, Zulkifli dan M.Daud Syam.
Lima wadah kewartawanan yang sudah berdiri di Kabupaten hasil pemekaran dari wilayah Aceh Utara sampai sekarang ini selain Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) juga ada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Komisi Nasional Wartawan Indonesia (Komnas-WI) dan Persatuan Wartawan Aceh (PWA).(Roesmady)





