Mundur Dari Pencalonan Gubsu, Ance Selian “Lelah”

example banner

Foto : Ance Selian

Jelang PILGUBSU

 

MEDAN, Bongkarnews.com- Kayaknya Ance Selian ‘lelah’. Setelah mengikuti perkembangan kasus perkasus hingga berujung ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) atas perkara pencalonan di Pilgubsu, alhasil Ance menyatakan mundur mendampingi JR Saragih. Dia pun mengklaim menerima putusan PTTUN tersebut.

PTTUN memutuskan pasangan JR Saragih-Ance Selian tidak memenuhi syarat (TMS) menjadi Cagub-cawagub Sumut. “Saya Ance Selain menyatakan diri untuk tidak membanding hasil putusan PTTUN ke MA dan menerimanya. Hal ini diambil setelah konsilidasi dengan PAC dan pengurus partai PKB,” ujarnya, Kamis kemarin.

Langkah inipun diamini oleh Bakal Cagub JR Saragih. Ia memilih tidak akan melakukan kasasi pascaputusan majelis hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN).

“Kita terima putusan PT TUN dan tidak akan melakukan kasasi ke Mahkamah Agung,” sebut JR Saragih. JR juga telah ikhlas tidak meneruskan mewujudkan visi dan misinya yang dikenal dengan jargon Semangat Baru Sumut.

JR yang telah memiliki simpatisan dan barisan loyalis meminta agar pendukungnya ini tetap menjaga kekondusifan dan sama-sama ikhlas. “Kita ingin Pilkada di Sumatera Utara berjalan kondusif,” ujarnya.

Sebelumnya, Ance yang berstatus sebagai Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumut mengatakan pengambilan keputusan itu telah berkonsolidasi dengan DPC-DPC dan elite politik kader PKB.

Menurut Ance, untuk berbuat kepada masyarakat Sumut tidak harus menjabat. Yang terpenting adalah sosialisasi dan terus membantu masyarakat, dan semua orang bisa melakukannya dengan kemauan dan niat yang ikhlas.

“Setelah pernyataan sikap ini, saya tetap doakan siapa yang terpilih semoga amanah dalam bertugas untuk rakyat,” ucap Ance Selian.

Sedangkan dampak dari gagalnya kedua pasangan ini, pemilih pasangan ini menjadi swing voters atau pemilih mengambang dan terancam akan jadi pemilih golput.

Demikian disampaikan pengamat politik Arifin Saleh Siregar.”Swing voters terjadi karena secara sadar memang menjadi pilihan yang tergolong rasional. Artinya, mengambangkan dirinya sendiri. Di sisi lain, karena ketidaktahuannya dan masih bingung mau ke mana dan mau pilih pasangan mana,” katanya.

Dengan kata lain, kata Arifin, mereka dinamakan undecided voters atau pemilih yang belum memutuskan pilihannya. Sementara pendukung yang kecewa, kata Arifin karena alasan sengaja dijegal tidak dapat mengikuti Pilgub Sumut 2018 akan memilih Golput.

“Kekecewaan itu bisa jadi akan menjadi antipati terhadap pilkada dan memilih jadi penonton saja. Tapi bisa juga akan menjadi pemilih pragmatis dengan mangalihkan dukungan karena ada kedekatan tertentu atau karena ada ‘sesuatu’,” jelas Arifin Saleh yang juga merupakan Wakil Direktur Pascasarjana UMSU itu.

Sedangkan penyidik Polda Sumut (Poldasu) menyatakan telah melimpahkan berkas tersangka JR Saragih atas kasus dugaan penggunaan dokumen palsu atau tandatangan ke Kejatisu.

“Berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejatisu oleh Gakkumdu,” ujar Kasubbid Penmas Poldasu AKBP MP Nainggolan. Namun, kata MP Nainggolan ,pelimpahan berkas JR Saragih tersebut tidak disertai dengan penahanan.

“Dia (JR Saragih) tidak ditahan,” tandasnya. Seperti diketahui sebelumnya JR Saragih telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen syarat pencalonan Pilgub Sumut 2018. Penetapan tersangka terhadap JR Saragih dilakukan oleh Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Provinsi Sumatera Utara.
“Berdasarkan hasil gelar Tim Sentra Gakkumdu Sumut, saudara JR Saragih ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan penggunaan surat palsu sebagaimana diatur dalam Pasal 184 Undang undang Nomor : 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah,” jelas Direktur Dit Reskrimum Poldasu Kombes Pol Andi Rian beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya JR Saragih diduga telah memalsukan legalisir fotocopy ijazah SMA miliknya. “Kita tidak berbicara siapa yang meleges siapa yang membuat legesnya, kita berbicara siapa yang menggunakan. Yang kita terapkan yang menggunakan,” terang Andi Rian.

Hasil uji laboratorium, tanda tangan yang ada disurat tidak otentik dengan aslinya. Ditambahkan lagi dengan keterangan Sekretaris Dinas Pendidikan yang menyatakan JR Sragih tidak pernah melegalisir fotocopy ijazahnya. (HZA)

EPAPER BONGKARNEWS

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas