Sitename

Description your site...

Kasus Obat Kadaluarsa Bukan Masalah Biasa

1197 KALI DIBACA
Kasus Obat  Kadaluarsa Bukan Masalah Biasa

Bireuen-BN.

Kasus temuan obat kadaluarsa di Kecamatan Pandrah dan Samalanga Kabupaten Bireuen, akhirnya diakui benar adanya oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes)  dr Amir Adani dan Kepala Pustu (Kapustu)  Ule Kareung Simpang Mamplam Heryanti.

Hal itu terungkap  dalam rapat Komisi C DPRK Bireuen yang memanggil Kadinkes, Kepala Puskesmas dan Kapustu yang ada di dalam Kabupaten Bireuen.

“Benar ada obat Contrimoxazole yang beredar di masyarakat, di Gampong Ule Kareung” kata Heryanti menjawab pertanyaan seorang anggota komisi C DPRK Bireun di Ruang Paripurna gedung DPRK Bireuen, Kamis 7 September 2017.

Kadinkes Bireuen, Amir Adani mengakui beredarnya obat kadaluarsa tersebut terjadi akibat keteledoran jajaranya. Dengan nada yang lemah, Amir Adani mengakui keterbatasan sebagai manusia biasa.

“Temuan obat kadaluarsa itu mungkin karena keterbatasan kami, mungkin apakah disengaja atau tanpa disengaja atau keteledoran, kami hanya manusia yang mempunyai keterbatasan,” katanya.

Anehnya, pada saat informasi beredarnya obat kadaluarsa tersebut merebak di Kabupaten Bireun, Amir Adani justru menampik informasi yang sempat meresahkan masyarakat di Bireuen.

Ketua Komisi C DPRK BIreun, M Jamil Daud dalam  rapat tersebut menyimpulkan bahwa kasus obat kadaluarsa tersebut bukan masalah biasa. Pasalnya menurut M Jamil Daud nyawa manusia dan masyarakat miskin yang berobat turut di pertaruhkan. Pada pertemuan yang akan datang, Komisi C  DPRK Bireun akan memanggil asisten Setdakab Bireuen yang membidangi Kesehatan.

“Permasalahan ini tidak cukup sampai di sini, ini bukan kasus sepele, karena menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat, rapat kita simpulkan benar adanya temuan obat kadaluarsa di Pandrah dan Samalanga,” kata M Jamil Daud.

Dalam kesempatan tersebut, M Jamil Daud mengingatkan Dinas Kesehatan untuk lebih mengutamakan dan mengobtimalkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Kalau orang kaya tentu nya punya uang untuk berobat, kalau orang miskin harus kemana, coba anda anda renungkan, memberikan obat kadaluarsa itu sama dengan anda meracuni masyarakat,” tandasnya. .

(Maimun Mirdaz)

banner 468x60