Gabungan Mahasiswa Sumut Dialog “Photret Kondisi Pakpak Bharat”

PAKPAK BHARAT | bongkarnews.com – Gabungan Lembaga Mahasiswa Sumatera Utara (sumut) lakukan dialog publik dengan thema, potret Kabupaten Pakpak Bharat dua priode kepemimpinan Remigo Yolando Berutu menjabat Bupati Pakpak Bharat.

dalam dialog tersebut menjadi topik yakni membaas kondisi secara global kondisi Kabupaten Pakpak Bharat, baik segi pembangunan, capaian yang positif bahkan banyaknya tersandung dugaan kasus korupsi di lingkungan Pemkab Pakpak Bharat selama dua (2) priode jabatan Bupati Pakpak Bharat mulai tahun 2010-2015 dan 2016-2020.

Dalam pemaparan materi korda Garansi Sumut,terkait 2 periode kepemimpinan Bupati Pakpak bharat.Hambali limbong berpandangan, infrastruktur di kabupaten Pakpak Bharat hingga kini masih memprihatinkan.
“Tak hanya di wilayah pelosok, tetapi juga di daerah-daerah lainnya. Infrastruktur masih banyak yang rusak,” katanya.

Masih menutut Limbong, “Saya menilai, selama dua periode kepemimpinan RYB, seharusnya perbaikan infrastruktur sudah tuntas. Apalagi dari segi anggaran, dewan selalu mendukung dan tidak mempersulit.di sisi lain salah satu visi Bupati Pakpak Bharat dua periode adalah.Terwujudnya Pakpak Bharat Yang Bersatu Dan Sejahtera,Unggul Dalam Kualitas Hidup,sampai saat ini indikator keberhasilan nya belum terwujud.singkatnya.

Kemudian menurut Sangkot Simanjuntak selaku ketua Gerakan Masyarakat Membaca (Gema-Baca) menjelaskan “bahwa hari ini kita sebagai generasi emas penerus Bangsa ini seogianya harus mendukung program pemerintahan bila mana itu program yang baik”. Akan tetapi, masih lanjutnya, mengingatkan Pemimpin saat sekarang ini bila mana dalam kinerja, kebijakan, yang bertentangan dengan norma Adat, peraturan dan Undang-undang harus kita luruskan dan kita tegakkan kebenaran agar menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan menuju berjalannya pemerintahan yang baik dan benar berpihak dan memperjuangan hak-hak Rakyat”, tegasnya.

Senada juga yang di sampaikan tersbut Sukri Sitorus dialog Publik juga selaku ketua Aliansi Mahasiswa Sumut bersatu (AMSB) menambahkan bahwa Mahasiswa mempunyai peranan strategis dalam mendongkrak pembangunan daerah dan mengkawal berjalannya pemerintahan yang baik di kab. Pakpak Bharat.

“hal itu saya sampaikan karena selain insan intelektual juga sebagai garda terdepan dalam perpanjangan lidah penyambung aspirasi masyarakat terhadap pemerintahan. Harapan kedepan Mahasiswa Harus mengedepankan nilai idialisme dan memperjuangkan hak-hak rakyat demi terciptanya kedilan bagi masyarakat. Terkhusus di kab. Pakpak Bharat. Ungkap Sukri di sela sela dialog. Yang berlangsung pada hari kami tanggal, 18 Oktober 2018 di kedai kopi kombur jln SM Raja Medan.

Foto : ketua Forum Peduli Pembangunan, Pildo Juniper Sinamo.

Ditempat terpisah hasil konpirmasi media ini kepada ketua Forum Peduli Pembangunan Pildo Juniper Sinamo (20/10/2018) juga selaku Masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat Sumut. Menurut Juniper, bahwa sudah sepatutnya Masyarakat juga yang lainnya berbuat untuk mengawal atas segala program-program kebijakan pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dalam menggunakan segala anggaran yang menjadi pendorong kemajuan Daerah Pakpak Bharat.

Adapun upaya melakukan mengawal dalam kebijakan Pemerintah dalam penggunaan anggaran baik APBD juga yang lainnya, munut Juniper demi terwujudnya realita pembangunan di Daerah itu sendiri. ” saya menghimbau Masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat agar harus peduli dan tanggap atas segala kebijakan yang di lakukan pemerintah Daerah ini kususnya dalam mengambil kebijakan dalam penggunaan anggaran baik APBD juga dana yang lainnya. Mengingat, seperti kita ketahui bersama bahwa dalam dua priode kepemimpinan Bupati Pakpak Bharat saat ini yakni priode pertama Tahun 2010-2015, banyak kita ketahui tentang kejanggalan baik terkait harta kekayaan Bupati itu sendiri dimana pada saat waktu pencalonan priode pertama harya kekayaannya lebih kurang 18 miliar, namun setelah menjabat Bupati satu priode, harta kekayaannya lebih kurang menjadi 158 miliar dimana data tersebut kita ketahui pada saat pencalonan Bupati Pakpak Bharat Remigo Loyando Berutu priode pertama dan kedua Laporan kekayaan pejabat negara ke KPK.

“Bukan sebatas itu saja, masih lanjut Juniper, bahwa banya proyek pembangunan inpra struktur seperti jalan, ada pembangunan jalan jalur dua menguras miliyaran rupiah namun kita tidak tau mempaatnya karena dimana bangunan tersebut sampai saat ini hanya pemampaatnya jalan buntu. Bahkan ada juga proyek jembatan dibangun tahun 2017, namun tahun ini 2018 sudah di hancurkan lagi yakni yang ada di jalur Lagan pagindar Kab Pakpak Bharat bahkan banyak lagi proyek yang lainnya kami nilai mengundang kebingungan.

Selain kondisi pembangunan proyek di Pakpak Bharat, kita juga sudah bertambah krisis kepercayaan akan epetifnya program pemerintah Pakpak Bharat. Dimana hal itu saya sampaikan mengingat, banyakbya para pejabat Kabupaten Pakpak Bharat yang terjerat hukum. Bahkan belakangn ini yang harus menginap di balik jeruji besi yaitu mantan Kadis Sosial dan Tramigrasi Manurung Naiburhu kabarnya masih ada hubungan pamili dengan Bupati Pakpak Bharat tersebut. Bahkan baru-baru ini kita ketahui bahwa Ketua PKK Kab Pakpak Bharat yakni nyonya Bupati RYB sudah proses hukum melalui Poldasu kabarnya pihak poldasu sudah melayangkan panggilan kedua kepada ketua PKK baru-baru ini”, tandas juniper.

Sembari Juniper Sinamo menambahkan, belajar dengan kondisi realita kondisi Pakpak Bharat saat ini, mengajak segenap masyarakat, mahasiswa juga yang lainnya untuk peduli dan mengawal segala kebijakan pemerintah agar Kab Pakpak Bharat kedepan dalam mengambil kebijakan tepat sasaran. (Obah Solin)

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas