Medan | Bongkarnews.com- Ketua Komisi IV DPRD Medan Abd Rani SH minta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan agar tetap mengawasi pembangunan apartemen De’Glass. Pembangunan tidak boleh dilanjutkan sebelum izin persetujuan rumah warga sebelah.
“Kita minta bangunan agar distanvaskan, Kita ingatkan Dinas PKPPR dan Satpol PP segera menertibkan bangunan jika pembangunan berlanjut dan izin segera dievaluasi,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Medan Abd Rani SH didampingi sekretaris komisi Ilhamsyah SH dan Parlaungan Simangunsong ST saat meninjau lokasi apartemen De’Glass di Jl Gelas Kel Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kamis (25/7).
Penegasan Abdul Rani sangat mendasar, sebab Wilson Silaen selaku pemilik rumah persis bersebelahan dengan rencana pembangunan apartemen merasa keberatan. Karena tembok rumahnya nyaris runtuh dan retak retak dampak pembangunan.
Parahnya, untuk mendapatkan Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) yakni salah satu syarat adanya persetujuan warga sekitar diduga dimanipulasi. Dimana warga yang tanda tangan menyetujui tidak melibatkan Wilson Silaen selaku pemilik rumah sebelah.
Terkait dengan hal itu, anggota Komisi IV Parlaungan Simangunsong minta agar meninjau ulang SIMB yang terlanjur diterbitkan Dinas PKPPR. “Izin harus ditinjau kembali karena tidak benar mengakomodir persetujuan dari warga. Malah sebaliknya warga menolak pembangunan karena berdampak kerusakan rumah warga,” tegas Parlaungan.
Sementara itu, warga yang keberatan Wilson Silaen mengaku pihaknya mendukung pembangunan asal jangan berdampak buruk terhadap lingkungan apalagi menimbukkan kerusakan terhadap rumah warga. “Kita mendukung adanya pembangunan apartemen di lingkungan kita tapi hendaknya memenuhi ketententuan,” papar Wilson.
Hadir saat kunjungan mendampingi anggota DPRD Medan, staf komisi Gina Lubis, Zilfikar, Doni mewakili Satpol PP, Zebua mewakili Dinas Perizinan. Sedangkan Camat dan Lurah tidak hadir. DPRD Medan mengaku kecewa karena ketidakhadiran Lurah Sei Putih Tengah dan Camat Medan Petisah. Diduga Lurah dan Camat menghindar karena sudah melakukan pembiaran bahkan terkesan berpihak kepada developer. (ft)





