Bupati Bireuen Panen Padi bersama di Peudada

BIREUEN | BN–Bupati Bireuen H Saifannur S.Sos menghadiri acara panen Raya padi yang dipusatkan di Areal Program Pengembangan Industri Benih Varietas IPB-3S Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Peudada, Rabu (20/9),

Panen padi dalam rangka upaya khusus Padi, jagung dan Kedele (Upsus Pajale) tahun 2917, turut dihadiri Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh, Drs Hasanuddin Darjo, MM, Rektor IPB Bogor(IPB), Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan Hidup, Ir Mukti Sarjono, M.Sc, Direktur Inovasi Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, dan Kadis Pertanian dan Peternakan Bireuen, Ir Alie Basyah, M.Si.
Panen padi yang berlansung di Peudada merpakan hasil kerjasama Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Dinas Pertanian Bireuen, Kodim 0111/Bireuen dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Dalam kesempatan itu, H Saifannur S.Sos meminta Rektor IPB Bogor untuk memberikan kesempatan kepada Bireuen untuk menjadi lumbung padi di Acehm, bahkan untuk Sumatera Utara.

“Berilah kesempatan kepada putra daerah agar mereka menjadi penyedia benih untuk kebutuhan petani, bukan hanya dipasok oleh perusahan tertentu saja (BUMN). “Saya merupakan seorang pengusaha, jika diminta memasok bibit pasti sanggup dan bisa melakukannya. Tapi kalau saya yang lakukan, nanti dibilang masak sudah jadi Bupati masih juga menjadi usaha tani,” sebutnya.
Pihaknya, meminta Kadis Pertanian Bireuen untuk lebih memperhatikan hal menyangkut kebutuhan para petani.”Kalau, kalau macam-macam kita akan lengserkan ke prabon,” ungkapnya disambut gelak tawa para undangan.

Sementara itu, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc menyebutkan, hasil pengembangan padi tersebut menghasilkan padi tipe baru, bukan hanya varietas baru, tapi padi tipe baru. Padi jenis ini fotosintetis tinggi, bulirnya bisa mencapai 300 bulir. Umumnya padi varietas lainnya hanya 120-200 bulir.
Penanaman padi tipe baru ini harus diperhatikan jarak tanam tidak boleh terlalu rendah. Harus menanggunakan syarat-syarat budi daya, syarat tanamnya. Walaupun tak dimaksudkan padi ini tahan wereng dan hama, namun ternyata cukup tahan juga. Produksinya bisa mencapai 10-11 ton per hektar. Dengan produktivitas rata-rata 8 ton per hektar,” katanya.

“IPB telah menyerahkan benih padi tersebut kepada Gubernur Aceh secara simbolis pada acara Dies Natalis IPB, 6 September 2017 lalu. Ternyata, di Bireuen hari ini malah sudah bisa dipanen,” papar Rektor IPB.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen, Ir Alie Basyah, M.Si berterima kasih kepada Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh yang telah berikan dukungan baik moril maupun materil.

Pihkanya menyatakan ucapan terima terima kasih kepada Rektor IPB Bogor, yang telah memilih Bireuen untuk pengembangan varietas padi. Ia menyebutkan, tak salah kiranya bila Rektor IPB memilih Bireuen, sebab Bireuen gudangnya benih, banyak penangkar benih di Bireuen.”Sumber benih yang di input oleh dua perusahan benih, yaitu PT Pertani dan Sang Hyang Sri hampir 60 persen berasal dari Bireuen,” urai Ir Alie Basyah.(Maimun Mirdaz)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *