Bupati Bireuen Himbau Kepala SKPK Tidak ”Tiarap” Terhadap Wartawan

Bupati Bireuen H Saifannur dan Wakilnya H Muzakkar A Gani Saat “Diner” Bersama menjelang Waktu Mulainya Acara Temu Ramah Bersama kalangan Wartawan Bireuen di Pendopo Bupati Selasa malam 29 Agustus 2017

BIREUEN | BN – Bupati Kabupaten Bireuen H Saifannur SSos, memerintahkan setiap kepala SKPK jajarannya untuk bersikap transparan dan tidak tiarap saat wartawan menguhubungi atau menemuinya.

“Sikap demikianlah antara lain yang membuat seorang para jurnalis jengkel sehingga membuat tulisan diluar control,” aku H Saifan dalam acara “Diner” dan temuramah dengan para Wartawan Bireuen diPendopo Bupati Bireuen Selasa malam 29 Agustus 2017.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut diwanti-wanti Bupati Bireuen menyusul masukan harapan dari unsur wartawan dalam sesi Tanya jawab, yang menyatakan diakui atau tidak dibawah dinasti penguasa sebelumya ada beberapa SKPK yang begitu sulit dihubungi konon lagi untuk  ditemui untuk kepentingan klarifikasi Pers.

Nakhoda Utama Pengganti Ruslan M Daud ini dengan Gentel juga meminta para wartawan menguhubungi dirinya kalau ada suatu keperluan berkaitan konsumsi Pers. “Hubungi Saya atau layangkan SMS dulu,” seraya menyebut nomor contak personnya untuk di save, seraya menambahkan kalau setingkat bupati sudah berlaku open begini terhadap kalangan wartawan tidak patut  jajaran bawahan masih main tiarap.

Kesan yang muncul, seakan setiap ada para jurnalis yang menguhungi adalah berkaitan dengan kondisi persedian kebutuhan keluarganya yang sudah menipis, sehingga menghubungi dan mengadu nasib kepada pihak pinpinan SKPK sebagai “malaikat” penyelamat.

Dalam acara temu ramah yang berlangsung penuh kekeluargaan dengan sekitar 70 orang insan Pers Bireuen dari media cetak, elektronik dan online Saifannur turut didampingi oleh Wakilnya H Muzakkar A Gani, Asisten I dan II, Kadis Infokom dan Kabag Humas Bireuen juga menerima beberapa masukan positif dari wartawan dengan tujuan kebersamaan demi menuju Bireuen yang lebih maju.

Dalam uraian kata pengantarnya Saifannur sempat menguraikan kata penuh perasaan jika dirinya terlahir dari keluarga petani miskin yang berasal dari kampung.

“Jadi tidak ada maksud dalam nurani saya mengeluarkan statemen bertujuan menghina-hina kalangan manapun, karena saya masih sangat sadar darimana saya berasal,” demikian ungkap H Saifannur, meluruskan anggapan salah persepsi terhadap beberapa ucapannya dalam suatu acara resmi pemerintahan baru-baru ini.

Disisi lain H Saifannur juga menggambarkan bahwa kemajuan daerah akan segera nyata terlihat minimal dalam kurun waktu dua tahun kedepan. Klaim tersebut berkaitan dengan realisasi program pemerintah pusat dengan mengucurkan anggaran pembangunan desa yang besarannya sebanding dengan persediaan jumlah dana daerah setiap sekali tahun anggaran (TA).

“Karnanya, mari sama-sama kita (Pemda – Wartawan – red) mendampingi sekaligus memantau sistem penggunaan anggaran pemerintah ini kepada jalan egal seuai aturan yang digariskan pemerintah,” tandas Bupati Bireuen Priode 2017 – 2022 yang berpasangan dengan mantan Pakar Pemerintahan (Asissten I) Tingkat Propinsi Aceh H Muzakkar A Gani  ini.  (Roesmady)

Pos terkait