Bireuen – Mengatasi kekosongan darah di Unit Transfusi darah (UTD) Rumah Sakit dr Fauziah, Forum Asokaya menggagas aksi sosial bagi pendonor yang dipusatkan di Alun-Alun Kota Bireuen, Senin (20/7), yang berhasil mengumpulkan 75 kantong darah, dalam aksi sosial itu.
Aksi Donor Darah yang digaglar Komonitas Asokaya menarik simpati berbagai kalangan hingga ada warga yang telah 54 kali melakukan donor. Aksi digelar di Alun – alun Kota Juang Bireuen, Senin (20/7)
KKetua Forum Asokaya, Gunawan yang didampingi Koordinator Kegiatan, A yani kepada wartawan mengatakan. aksi sosial donor darah yang dilaksanakan pihaknya, bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Bireuen, dan Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen ini.
Menurut Gunawan, dalam aksi sosial kali ini dihadiri para pendonor dari berbagai kalangan diantaranya, Anggota DPRK Bireuen, PNS, Mahasiswa dan masyarakat dikitaran Kabupaten Bireuen, ikut berpartisipasi, sebagai pendonor darah.” Keluarga besar Forum Asokaya selalu Stanbay sebagai pendonor, di saat kebutuhan darah terjadi kekosongan darah di UTD,” timpal A Yani..
Dikatakan A Yani yang akrab di sapa Jenderal menyebutkan, Walaupun dengan setetes darah yang disumbang pada kenyataannya sangat berguna bagi warga yang membutuhkan, namun itu semua tetap mengedepankan Protokol Kesehatan dengan jaga jarak, kurangi bepergian, pastikan masker dan selalu cuci tangan. “ 75 kantong darah dapat kita kumpulkan pada aksi hari ini, meski ralatif menurun drastic dari aksi yang dilakukan sebelumnya, hingga mencapai 120 kantong darah setiap kali, kita adakan aksi sosial. Semua darah yang terkumpul akan di sumbangkan untuk masyarakat yang membutuhkan melalui UTD RSUD dr Fauziah Bireuen,” pungkas A Yani.
Sementara itu Muliawati (29) dari Desa Geulanggang Baru Kecamatan Kota juang, yang merupakan salah satu warga yang sudah 5 kali mendonorkan darahnya mengaku, selain menyehatkan badan juga untuk meningkatkan produksi darah baru, yang merupakan mamfaat langsung yang dapat di rasakan dari setiap kali mendonor.
Sementara, Musliadi SPd (36) warga Teupok Teungeoh yang aktif mendonor sejak berusia 18 tahun hingga hari ini telah 54 Kali melakukan donor, kebetulan ada aksi yang digelar komonitas Asokaya serta bertepatan jarak masa telah mencapai tiga bulan dari masa kali terkhir mendonor, saya ikut berpartisipasi hari ini.
Musliadi, salah seorang guru yang juga Pelatih olah raga di Kabupaten Bireuen, menyebutksn sudah menjadi rutinitas bagi dirinya untuk mendonorkan darahnya setiap tiga bulan, yang disebutnya sebagai bentuk amal ibadah yang dapat bermamfaat terhadap masyarakat yang membutuhkan darah. “Selain menyehatkan badan serta dapat meningkatan produksi darah baru,” tuturnya seraya mengatakan sangat mengapresiasi kepada Forum Asokaya atas kegiatan aksi kemanusiaan ditengah pandemi Covid-19.(Maimun Mirdaz)





