Asisten I Mediasi Hasil Pilkampung Bandar Pedada, Satu Suara Akibatkan Tim Kabupaten Turun Kelapangan

SIAK.(BN)Pesta demokrasi pemilihan kepala kampung di 33 Kampung di kabupaten Siak, hari ini Rabu (18/10) serentak dilaksanakan, adapun pelaksanaan pencoblosan dan perhitungan suara berjalan baik. Pantauan media ini dilapangan, pemilihan pilkampung di Kecamatan Sabak Auh di ikuti empat Kampung, yakni, Kampung Sabak Permai, Kampung Bandar Sungai, Kampung Bandar Pedada, Kampung Selat Guntung, berikut nama-nama 11 orang calon yang bertarung serta tabulasi suara se-Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Propinsi Riau, calon dari Kampung Sabak Permai di ikuti 3 dicalon, yakni, nomor urut 1, Suparlin AMd meraup suara, 217 suara,  urut 2, Darul Quani, dengan jumlah 241 suara, urut no 3, Kamarudin, meraup suara terbanyak 410 suara, dan dinyatakan pemenang, dan jumlah suara tidak sah 10 suara, di Kampung Bandar Sungai, calon 4 orang, yakni, no urut 1, Muhamad Yunus, jumlah suara, 98 suara, urut no 2, Selamat.S, 170 suara, Muhammad Sazali, 207 suaras, sementara no urut 4, Putra Fajar, meraup suara terbanyak, dengan jumlah 234 suara, dan dinyatakan sebangai pemenang, surat tidak sah 10 suara, di Bandar Pedada, di ikuti 2 calon, no 1, Sujarhadi, meraih 319 suara, no urut 2, Nasruddin, 320 suara, 8 suara dinyatakan tidak sah dan di Kampung Selat Guntung, 2 calon, no 1, Syahputra, 273 suara, no.2, Baharuddin, peroleh suara terbanyak dengan jumlah, 311 suara dan dinyatakan pemenang pilkampung, sementara suara tidak sah, 10 suara.

Dari pantauan pencoblosan dan perhitungan tabulasi suara di empat Kampung Kecamatan Sabak Auh, Pilkampung Bandar Pedada, yang menjadi pusat perhatian masyarakat, serta tim sukses masing-masing, bahkan tim dari Kabupaten yang dipimpin Asisten turun kelapangan dan dari perhitungan akhir no urut 2 menang tipis selisih satu suara dari urut 1. Tim sukses no urut 1 mencermati adanya kejanggalan satu suara yang tidak di tanda tangani panitia, masuk ke suara no urut 2, suara yang tidak ditanda tangani menjadi permasalahan yang serius dipanitia, sampai berita ini dipublikasikan, permasalahannya belum tuntas. Bahkan Sekdes sekaligus Pjs Kepala Kampung, Maryono, kumunikasi aktif dengan Kapolsek Sabak Auh, Iptu Ahmad Dhani yang ikut memantau pilkampung selaku pihak keamanan untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak di inginkan, dikarenkan rabu malam (18/10) pukul 20,00 wib, akan dilanjutkan mediasi antara urut 1 dan urut 2.

Mediasi di gelar di kantor Kampung Bandar Pedada, guna mendudukan dan menencari solusi satu suara yang legalitiasnya diperdebatkan, Kepala Dinas BPMPK bersama Asisten I juga kabag hukum turun ke kampung Bandar Pedada, sampai pukul 23.00 wib hari Rabu (18/10), tim dari Kabupaten komit tetap menyerahkan sepenuhnya ke panitia penyelenggara serta Bapekam,  ” ada tahapan yang belum di tuntaskan panitia, yakni rekapitulasi suara yang seharusnya di tanda tangani semua pihak, dan dari sana akan kita lihat ada tidaknya keberatan dari salah satu calon”, urai, Yurnalis. Dan perlu kita pahami bersama, sambungya, dua hari waktu setelah perhitungan suara yang dimiliki salah satu calon jika ada sanggahan dari hasil rekapitulasi suara di ajukan ke panitia dan  panitia menindaklanjuti ke pihak kecamatan selanjtunya ke pihak Kabupaten dalam hal ini wewenang BPMPK ( Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung), kata Kadis. Jika kami langsung campur tangan sementara tahapan demi tahapan belum sepenuhnya di jalankan akan menuai masalah jika ini sampai keranah hukum, karena tahapan tadi belum sepenuhnya ditarapkan, cuma kami harapkan seleruh lapisan masyarakat Kampung Bandar Pedada serta tim sukses dan kedua calon menjaga keamanan bersama, mengingat kita ini bersaudara, dan besar harapan kami masalah ini tuntas dengan baik dan dapat diterima semua pihak, terang Yusnalis.

Mediasi di hadiri Asisten I, Kepala Dinas BPMPK, Yurnalis, kabag Hukum, Jon Efendi, Kapolsek, Danramil yang mewakili, seluruh panitia, anggota Bapekam (Badan Permusyaratan Kampung) , kedua calon serta saksi, Yurnalis, Kepala BPMPK, Jon Efendi Kabag Hukum. Asisten I dalam kata sambutan menjelaskan,” apa yang kita lakukan pada hari ini, 33 kampung melakukan pilihan kampung serentak se-Kabupaten Siak, seperti yang kita laksanakan di Kampung ini, namun ada timbul permasalahan dimana selisih dari hasil perhitungan suara calon no urut I dan no urut 2, sangat tipis, beda satu suara, sekilas dari penguraian dari ketua panitia sampai tahapan sudah dijelaskan dan disana ada unsur kesilapan”, kata Asisten. Dalam permasalahan ini tentu ada proses, Pemerintah Siak menyediakan alur atau tempat, ada langkah-langkah yang dilakukan apabila terdapat tidak kepuasan , yang penting kita tetap menjaga keamanan, karena kita ini bersaudara, kita ikuti dan kita awasi bersama, kita utamakan musyawarah dan sepakat, apabila tidak menemui kesepakatan terkait dengan ini, proses selanjutnya kita buat berita acara, dan ini untuk mengantisipasi di kemudian hari jika permasalahan ini sampai ke ranah hukum, gugatan TUN imbuh, Asisten.

Pantauan dilapangan penghitungan suara pemilihan penghulu kampung Bandar Pedada bisa dikategorikan dramatis, sampai akhir perhitungan suara, perolehan jumlah suara di kedua calon selalu berimbang, hingga posisi suara di 319 jumlah suara kedua calon masih sama-sama 319, hingga penentuan satu suara yang terakhir yang mencoblos urut dua, jadi perolehan suara berbeda satu suara, urut 1, 319 suara, urut 2. 320 suara, namun temuan tim dari urut 1, ada satu suara yang tidak ditandatangi ketua panitia masuk ke urut 2, dan ini menjadi permasalahan antara panitia dengan tim dari urut 1 dan urut 2. Sementara itu dari informasi yang di gali media ini ada satu undang-undang padal 40, menyatakan, surat suara dinyatakan tidak sah apabila, surat suara tidak di tanda tangani oleh ketua panitia pemilihan.(P. Siagian)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *