BEKASI | BONGKARNEWS – Proses evakuasi lanjutan yang dilakukan petugas gabungan sejak Senin malam hingga Selasa (28/4) pagi membawa kabar duka. Jumlah korban dalam insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur dilaporkan meningkat drastis.
Berdasarkan data terbaru per pagi ini, tercatat 14 orang meninggal dunia. Selain korban jiwa, sebanyak 81 hingga 84 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Seluruh korban saat ini telah dievakuasi ke RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dan beberapa rumah sakit mitra di sekitar lokasi kejadian.
Presiden Prabowo Tinjau Korban
Presiden Prabowo Subianto terpantau langsung mendatangi RSUD Bekasi pagi ini untuk menjenguk para penyintas. Dalam pernyataannya, Presiden menyampaikan belasungkawa mendalam dan menginstruksikan seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh negara dan PT KAI. “Saya telah memerintahkan investigasi menyeluruh. Kejadian ini tidak boleh terulang,” tegas Presiden di hadapan awak media.
Penyebab Kecelakaan Masih Didalami
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa dugaan awal dipicu oleh adanya satu unit taksi yang terjebak di perlintasan sebidang, yang kemudian memicu rangkaian peristiwa tabrakan. Namun, KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) kini tengah mendalami mengapa sistem persinyalan tetap mengizinkan KA Argo Bromo melaju saat jalur masih terhambat oleh rangkaian KRL.
Gangguan Operasional
Hingga berita ini diturunkan, jalur Bekasi–Cikarang masih mengalami gangguan operasional akibat proses evakuasi bangkai kereta yang ringsek. Pengguna jasa Commuter Line diimbau untuk menggunakan moda transportasi alternatif atau memantau update jadwal melalui aplikasi resmi KAI.
(In)





