Zakat dan Infak karyawan wajib disalurkan melalui Baitul Mal Kabupaten Bireuen

  • Whatsapp

BIREUEN – Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Bireuen Tgk Muhammad Hafiq, S,Sy mengharapkan pimpinan instansi vertikal, BUMN, lembaga perbankan untuk menyalurkan zakat dan infak pegawai (karyawan) melalui Baitul Mal Kabupaten Bireuen.

Penerimaan zakat dari instansi vertikal, BUMN dan lembaga perbankan di Kabupaten Bireuen minim. Menurut Qanun 10 Tahun 2018 Tentang Baitul Mal pada Pasal 102 antara lain menyebutkan setiap orang yang beragama Islam atau Badan Usaha yang dimiliki orang Islam yang beroperasi di wilayah Bireuen zakat karyawan wajib disalurkan melalui Baitul Mal Kabupaten Bireuen.

Bacaan Lainnya

example banner

Aturan lainnya disebutkan mencakup instansi pemerintah.”Kami punya kewajiban untuk mengingatkan kewajiban pimpinan instansi dan BUMN atas tanggungjawab mereka untuk menyalurkan zakat dan infak karyawan melalui Baitul Mal Bireuen, meski sumber gaji atau pendapatan mereka bukan dari APBK Bireuen,” katanya.

Persentase penerimaan zakat dari BUMN dan instansi vertikal dan individu sebut Muhammad Hafiq tidak meningkat, hanya beberapa instansi saja yang kini sudah menyalurkan zakat dan infak melalui Baitul Mal Kabupaten Bireuen.

“Kami akan menyurati instansi dan BUMN yang belum ada respon, selain melalui surat, dalam waktu dekat kami mendatangi mereka ke kantornya,” sebut Tgk Muhammad Hafiq yang juga Imum Syik Masjid Besar Peusangan ini.

Katanya dalam menyalurkan zakat, Baitul Mal menyalurkan kepada fakir uzur yang sudah terdata dan tepat sasaran, fakir uzur mendapatkan hak zakat secara berterusan, sementara hak miskin terbagi dalam beberapa kategori.

“Pada hak miskin yang mengajukan permohonan melalui Baitul Mal diberikan hanya sekali, kami juga bekerja sama dengan UPZ kecamatan untuk menyalurkan hak miskin yang juga diberikan sekali, artinya penerima berganti pada tahap berikutnya,” jelasnya.

Pada hak miskin itu juga diberikan kepada santri yang ada di dayah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bireuen. Kemudian hak miskin untuk tunanetra baik melalui Pertuni maupun non Pertuni yang diberikan secara berterusan.

Paling penting, kata Tgk Muhammad Hafiq yang juga pimpinan Dayah Darul Ulum Al Walliyah, Tanoh Mirah, Peusangan ini, di Baitul Mal Kabupaten Bireuen ada data akurat para Muallaf yang sudah lama menjadi penerima zakat.

Muallaf satu dari delapan senif dalam pembagian zakat yang tentunya harus terpenuhi dalam setiap penyaluran zakat yang dilakukan Baitul Mal Kabupaten Bireuen dan juga penyaluran oleh masyarakat.

Tgk Muhammad Hafiq melanjutkan. sebagai lembaga amil zakat, Baitul Mal Kabupaten Bireuen telah menyalurkan zakat Tahap I periode Januari-April 2021 sebesar Rp1,2 miliar lebih kepada penerima sesuai dengan Syariat Islam.(Maimun Mirdaz,)

Pos terkait