
PEMATANGSIANTAR I bongkarnews.com- Tenaga kerja informal di bidang perbengkelan, tukang pangkas, las, sepedamotor, kafe dan perhotelan di Kota Pematangsiantar yang terdampak pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemko.
“Beberapa bulan lalu, Pematangsiantar mengalami Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, membawa panik kepada bapak dan ibu. Kepanikan itu juga dialami semua elemen masyarakat, bahkan Pematangsiantar seperti kota mati,” sebut Wali Kota Hefriansyah saat penyerahan BLT di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Senin (13/12).
Menurut Wali Kota, semua tidak bisa keluar dan hampir semua aktifitas lumpuh. “Kita tidak bisa bekerja, tidak bisa mencari rezeki, yang ada, kita menjadi panik, bahkan kita (Pemko) sempat didemo masyarakat.”
“Namun, saya memaklumi, itu merupakan bagian masyarakat menyampaikan aspirasi. Pemko Pematangsiantar bukan berarti tidak bekerja dan hal itu terbukti dalam beberapa bulan, kita mampu menurunkan PPKM level 4 menjadi level 3, bahkan sekarang level 2. Kita juga sudah menyiapkan solusi bagi masyarakat yang terdampak dan salah satunya Social Safety Net (SSN),” sebut Wali Kota.
Wali Kota menyebutkan, bagi warga yang terdampak, diberikan bantuan, bekerjasama dengan Bank Sumut. “Melalui Disnaker, saya menginstruksikan agar menjaring para pekerja sektor informal seperti tukang pangkas, las, bengkel dan sebagainya yang belum mendapat Jaring Pengaman Sosial (JPS), agar mendapat JPS. Itu bentuk perhatian Pemko kepada bapak dan ibu sekalian.”
Memang, sebutnya secara nominal tidak besar, namun kami berharap itu dapat meringankan sedikit, menjadi pelipur lara, menjadi penyejuk hati, pemerintah hadir untuk bapak dan ibu sekalian.
Pada saat kegiatan itu, Wali Kota menyerahkan secara simbolis BLT kepada 402 orang pekerja informal yang ada di Pematangsiantar sebesar Rp 300.000,- per kepala keluarga.
Penyerahan BLT dihadiri Kepala Disnaker Lukas Barus, Asisten II Zainal Siahaan, para penerima BLT dan lainnya.(ep).





