TAPANULI SELATAN | BONGKARNEWS – Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Tabagsel Bersatu menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) pada Selasa (26/8). Aksi ini menuntut Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Koordinator aksi, Rahmad.Nst, dan koordinator lapangan, Marwan Harianja, menyatakan bahwa mereka menduga kuat Gus Irawan Pasaribu terlibat dalam kasus yang sedang diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.
“Kami datang ke sini untuk mempertanyakan sejauh mana keterlibatan Bapak Gus Irawan dalam pemeriksaan oleh KPK terkait dana CSR BI-OJK,” ujar Hadi Susandra.lbs, salah satu orator unjuk rasa. Ia juga menyebutkan bahwa KPK telah menetapkan dua mantan anggota Komisi XI DPR sebagai tersangka dalam kasus ini, yaitu Satori dan Heri Gunawan.
Sayangnya, Gus Irawan Pasaribu tidak dapat hadir untuk menemui para pengunjuk rasa dengan alasan sedang sakit. Hal ini memicu kekecewaan dari Aliansi Tabagsel Bersatu.
Dukungan terhadap aksi ini datang dari berbagai pihak. Bangun.Srg, seorang tokoh masyarakat dan pengacara dari Desa Si Badoar, Sipirok, menyatakan keprihatinannya atas kondisi Tapsel dan mendukung penuh tuntutan Aliansi. “Saya sangat prihatin dengan Tapanuli Selatan ini yang keadaannya sedang sakit-sakitan. Apalagi, bupatinya diduga terindikasi terkait skandal dugaan penerimaan dana CSR BI-OJK,” ucapnya. Bangun juga menyoroti masalah transparansi dana CSR dari PT. Martabe yang beroperasi di wilayah tersebut.
Rahmad Perlindungan.Nst, Direktur Eksekutif Komunitas Pena Indonesia, menegaskan dukungannya terhadap KPK dalam mengusut tuntas kasus ini. “Kami mendukung penuh pernyataan Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu yang menyatakan anggota DPR tersebut diduga terlibat dalam kasus yang saat ini tengah diusut,” ujarnya kepada awak media.
Aliansi Tabagsel Bersatu berjanji akan melanjutkan aksi unjuk rasa ini secara “berjilid-jilid” hingga tuntutan mereka dipenuhi. Mereka juga berencana menggelar pengajian akbar dan doa bersama di Halaman Bolak dalam waktu dekat sebagai bentuk dukungan moral.





