Banda Aceh | BN – Menanggapi permintaan Wagub Aceh terkait pembangunan TPI di Aceh Barat, dalam materi Kuliah Umumnya Menteri Susi berjanji untuk membangun sebuah TPI di Aceh Barat pada 2018 mendatang.
“Tapi janji, harus ada ikannya, jangan sampai nantinya setelah saya bangun TPI yang bagus tetapi kapalnya tidak ada mendaratkan ikan di TPI karena sudah dijual ke tengkulak. Kalau begini, nanti akan saya tenggelamkan semua kapalnya,” ujar Susi penuh canda.
“Insya Allah, saya akan kembali lagi ke Aceh Barat di tahun 2018 untuk meresmikan TPI di Aceh Barat,” kata Susi disambut tepuk tangan dari ribuan peserta yang menghadiri Kuliah Umum tersebut.
Susi juga menegaskan tentang pentingnya memerangi Illegal Fishing. “Bukan hanya tentang menjaga potensi perikanan, ini tentang kedaulatan negara kita. Oleh karena itu, pihak manapun di negara ini yang berusaha dengan segala cara untuk membawa nelayan asing menangkap ikan di perairan Indonesia adalah pengkhianat negara,” tegas Susi.
“Integritas kita tidak boleh di beli asing. Malu dengan perjuangan gigih para pahlawan kita, jika setelah merdeka kita justru menjadi orang yang bisa disetir asing.”
Menteri Susi juga mengungkapkan, bahwa di masa awal, bahkan hingga saat ini banyak pihak yang kontra dengan kebijakannya menenggelamkan kapal-kapal asing pencuri ikan.
“Bahkan, banyak yang menganggap kebijakan gila. Dalam forum ini perlu saya tegaskan, bahwa kebijakan penenggelaman kapal bukan kebijakan gila dari seorang menteri gila, tapi ini merupakan amanat konstitusi kita.”
“Ingat, tidak ada angkatan laut negara manapun di dunia yang mampu mengusir lebih dari 10 ribu kapal dalam 2 bulan, kecuali Indonesia,” sambung Susi tegas.
Susi menambahkan, saat ini dirinya aktif mengkampanyekan tentang efektifnya penenggelaman kapal bagi peningkatan potensi ekonomi suatu negara. Susi menambahkan, saat pertama enjabat sebagai Menteri KKP, stok perikanan Indonesia hanya 6,5 juta ton.
“Namun saat ini, pasca Indonesia gencar menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan tersebut stok perikanan Indonesia berada pada angka 12, 5 juta ton. Dan, impor perikanan Indonesia juga turun hingga 70 persen.”
Tak hanya menenggelamkan kapal pencuri ikan, selama kepemimpinannya di KKP, Susi juga telah menutup 15 perusahaan perikanan. “Selama ini perusahaan-perusahaan tersebut hanya menjadi kamuflase bagi para pencuri ikan.”
“Pekerjaan Rumah kita masih banyak. Indonesia punya semua sumberdaya untuk bersing secara global. Namun, integritas, kemauan dan keteguhan yang kita tidak punya. Dengan selemah-lemah kemampuan, saya sudah berbuat semampu saya dalam rangka mengembalikan kedaulatan kiita di bidang kelautan. Saya sudah sekuat tenaga melawan mafia2 perikanan. Oleh karena itu saya butuh dukunngan semua pihak untuk terus menjaga kedaulatan kita di bidang kelautan,” pungkas Susi Pudjiastuti. (rel)





