ACEH UTARA | BN – Kepala Ajudan Jenderal ( Kaajen) Korem 011/ Lilawangsa Mayor Caj Budi Nugraha memberi sosialisasi kepada siswa – siswi, Kegiatan Opster TNI tersebut diselenggarakan di wilayah Kodim 0103/Aceh Utara Korem 011/Lilawangsa sampai saat ini terus berjalan baik dari sasaran fisik maupun sasaran non fisik.
Kali ini kegiatan sosialisasi tentang penerimaan Prajurit TNI AD yang merupakan bagian sasaran non fisik pada kegiatan Opster TNI oleh Kepala Ajudan Jendral Korem (Kaajenrem) 011/Lilawangsa, Mayor Caj Budi Nugraha, ditujukan pada Sekolah Menengah SMAN 1 dan SMAN 2 Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara bagian Timur (21/08/2017). Pantauan media Bongkarnews.com diacara sosialisasi tersebut.
Kegiatan ini dikuti oleh 300 siswa-siswi di SMAN 1 dan 100 siswa/ i di SMAN 2 Jambo Aye mulai dari kelas XI sampai dengan XII. Para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi dan pengarahan yang diberikan oleh Ka Ajenrem 011/LW.Respon pun sangat baik dari siswa/ i dan diacara tersebut ada tanyak jawab dari siswa.
Pada kegiatan sosialisasi ini Ka Ajenrem 011/LW mengatakan bahwa Kodam IM akan menerima calon Prajurit TNI AD TA. 2017, secara bertahap sesuai dengan jenjang pendidikan yang dibutuhkan.
“Persyaratan secara umum adalah memiliki Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) sesuai dengan jenjang pendidikan yang dibutuhkan, Warga Negara Indonesia, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehat jasmani dan rohani, tidak cacat kriminalitas dan tidak kehilangan hak menjadi prajurit,” terang Kepala Ajenrem 011 tersebut.
“Adapun materi yang akan diujikan, untuk pengecekan tahap awal dilaksanakan oleh Panitia Daerah (PANDA) meliputi administrasi, kesehatan dan postur sedangkan untuk di tingkat pusat dilaksanakan oleh Panitia Pusat (Panpus) meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesegaran jasmani (Kesegaran A, B, postur, keterampilan renang), pemeriksaan mental ideologi, pemeriksaan psikologi dan akademik,” jelasnya.
Selanjutnya, Ka Ajen juga menegaskan dalam penerimaan calon Prajurit TNI AD, baik dalam jenjang pendidikan apapun sama sekali tidak dipungut biaya. Oleh karena itu, kepada putra putri yang berminat menjadi anggota TNI agar berhati-hati dan tidak mudah percaya apabila ada oknum yang menjanjikan kelulusan dalam penerimaan calon Prajurit TNI AD dengan imbalan uang, tegasnya.
“Semua itu tidak benar, itu hanya penipuan belaka dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang sengaja ingin meraup keuntungan dengan memanfaatkan momen penerimaan calon prajurit dan tidak di pungut biaya sepeserpun untuk menjadi prajuri TNI,” tutupnya.
Harapan kami dengan memberi informasi ini bagi adek – adek yang sekarang kelas tiga minimal ada kesiapan untuk memasuki masa kelulusan, dan mereka yang berminat masuk tentara ada kesiapan satu tahun dan kami harapkan untuk mereka kesiapan satu tahun untuk mendaftar menjadi prajurit.(Sf).





