Polemik  Pengurus  Yayasan Almuslim Berakhir, Menkumham Keluarkan SK Pengesahan

Bireuen-Polemik yang mengayut kepengaurusan Yayasan Almuslim Peusangan selama setahun lebih, tampaknya sudah berakhir dengan keluarnya SK Menkumham RI yang mengesahkan kepengurusan yang sekaligus melakukan pengukuhan kepengurusan lengkap yang dipusatkan di Gedung Ampon Chik Peusangan, Matanggeulumpang Dua, Kamis (13/1).

Keberadaan SK Menkumham RI disampaikan Wakill Rektor I bidang Akaemik Institut Agama Islam (IAI) Almuslim, Dr Nazaruddin, MA yang berbicara gamblang di event tersebut yang pidatonya mendapat sambutan hangat pada undangan yang hadir yang umumnya para Geuchik Gampong dari empat kecamatan di Peusangan Raya. Termasuk diantaranya, Perwakilan dari Menkumham, Kapolres Bireuen, serta yang mewakili Bupati Bireuen dan Kajaksaan Negeri Bireuen serta PN Bireuen.

Bacaan Lainnya

Menurut Dr Nazaruddin, jika sebenarnya yayasan almuslim milik masyarakat Peusangan yang didirikan yayasan pertamanya pada  tahun 1959, dengan akta notaris 18 tahun 1959, tanggal  18 Maret  1959, yang dalam perkembangannya yayasan tersebut pernah dipimpin sejumlah tokoh.

Setelah mengalami prioses panjang sejak muswawarah tahun 2020 lalu, akhirnya akta notaris resmi keluar, yang pada kesempatan itu, sengaja Ia bawa bukti fisik akta notaris tersebut, dan saya juga bawa SK asli menkumham. “Kalau ada yang ngomong jika yayasan Almuslim tidak legal, ini bukti Legaliltasnya,” urainya seraya memperlihatkan dokomen yang dibawanya serta dalam kesempatan lain, disebutkan tentang nomor surat Menkumham, yaitu nomor 01-06-0031268, tanggal 24 Desember 2021

Kepada para Geuchik, Dr Nazaruddin mengingatkan jika yayasan Almuslim milik Masyaralat, sesuai pasal yang ada di akta notaris yang diseburtkan ada   Empat Kecamatan, masing-masing, Peusangan, Jangka, Pusangan Siblah Krung, dan Peusangan Selatan, sebagai pemilik Yayasan  Almuslim

Khusus kepada Pembina yayasan dan pengurus, Dr Nazaruddin diminta untuk bekerja iklas dan jangan dipengaruhi oaring-orang suka mencaci maki, namun  balaslah dengan hasil kerja nyata. “Ada orang meman diciptakan oleh Allah SWT, untuk mencaci maki, karena orang tersebut memang hidup untuk untuk mencaci maki kita,” pungkasnya.

Prosesi Syukuran dan pengukuhan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus yayasan Almuslim yang dilakukan Ketua Pembina Yayasan, Rusyidi Mukhtar, S.Sos kepada pengurus yasasan yang diketuai Tgk H Munawar Yusuf dan Pengawas Yayasan yang diketuai Dedi Santri (Raja Motor), dengan  dituntaskan santuna para anak yatim.

 

Dugaan Korupsi Proyek Asrama Putri Yayasan Almuslim

Sumber media ini meneyebutkan kisruh di Yayasan Almuslim Peusangan diprediksikan akan menyeruak kembali, menyusul  belum jelasnya pertanggungan jawab dare pengurus lama yayasan Almuslim terkait pembangunan asrama putri Almuslim yang masih mangkrak, apaplagi Kejaksaan Negeri Bireuen ketika itu sedang membidik sedang menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Asrama Putri Pesantren Al Muslim Senilai Rp 2,8 Milyar.

Disebutkan, sejumlah pihak telah diperiksa terkait proyek yang dianggarkan dare sumber dari Dana Otsus Aceh Tahun 2020.Pekerjaan proyek Swakelola,  berada dibawah Dinas Pendidikan Dayah Aceh, yang disebut-sebut bermutu rendah dan tidak cukup Volume.

Ketua Yayasan Almuslim Tgk. H. Munawar Yusuf mengatakan kepada wartawan waktu itu, asrama tersebut dibangun pada masa Yayasan dipimpin oleh Yusri dan kepanitiaan dibentuk pada masa kepemimpinannya.”Waktu pengalihan ke kami bangunan tersebut sudah selesai dan hingga saat ini belum bisa digunakan (terbengkalai) karena tidak siap,” ujar Tgk. Munawar yang didampingi Rusyidi Mukhtar pada Rabu 1 September 2021 di sekretariat Yayasan Almuslim

Menurut Tgk. H. Munawar dengan Anggaran 2,8 Miliar lebih, bangunannya pasti selesai dan bisa digunakan.”Yang kami tahu, dengan Anggaran segitu pasti selesai bangunannya dan bisa digunakan, namun saat ini terbengkalai,” kata Tgk. Munawar

Sementara itu, Direktur Pesantren Al Muslim Iswan Fadlin mengungkapkan ada dugaan penarikan uang Kas Yayasan senilai 600 Juta pada saat lobi-lobi proyek itu.”Mirisnya, selain Dana 2,8 Miliar dari Otsus, diduga panitia juga memakai uang kas milik Yayasan senilai 600 Juta pada saat lobi-lobi proyek itu,” ujar Iswan Fadlin yang diiyakan oleh Tgk. Munawar

Iswan Fadlin mengatakan dirinya sudah dipanggil oleh Kasi Intel Kejari Bireuen Wisdom S Sumbayak untuk dimintai keterangan terkait pembangunan asrama itu.”Saya sudah dimintai keterangan oleh Kejaksaan setelah lebaran idul Adha Kemarin,” ujar Iswan

Namun, sejauhmana hasil penyelidikannya, masih saja kabur, d an pihak media belum mendapat konfirmasi resmi terkait tindak lanjut penyelidikan kasus itu. Sehinggga kasus ini, menjadi sangat menarik untuk mengetahui sejauhmana pihak kejaksaan untuk membuat  kasus tersebut, menjadi terang benderang.(Maimun Mirdaz}

Pos terkait