Penduduk di Lokasi Objek Wisata Bantayan Butuh Listrik

Aceh Utara | BN – Sebanyak 42 keluarga atau 110 jiwa penduduk di Desa Bantayan, Kecamatan Seuneddon, Kabupaten Aceh Utara  hingga kini masih menggunakan lampu teplok untuk penerangan pada malam hari. Karena hingga kini pemerintah belum membuka/menyediakan jaringan listrik ke kawasan tersebut.

Desa Bantayan yang juga merupakan sebagai salah satu Desa objek wisata yang ada di Aceh Utara wilayah bagian Timur, kini objek wisata Bantayan salah satu objek yang menghasilkan PAD untuk Aceh Utara. Sayangnya,  masyarakat Bantayan belum Merdeka dari kegelapan, dikarenakan sebahagian wilayah Bantayan belum tersentuh jaringan Listrik atau lampu Penerang.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum objek wisata Bantayan, Edi Amri kepada media Bongkarnews.com Senin 18/09/2017, menjelaskan kisah masyarakat Bantayan ketika sebelum Tsunami, Pada tahun 2004, Dimana masyarakat yang tinggal dipesisir objek wisata Bantayan pada masa itu mereka pernah menikmati listrik atau penerang di pesisir pantai itu, bahkan juga ada lokasi hetlen atau pabrik dengan berbagai ativitas seperti budidaya bibit udang.

” Begitu tsunami pada tahun 2004 sebahgian masyarakat Bantayan hilang tempat tinggalnya, dan untuk itu saya berharap pada Pemerintah Aceh, khususnya Aceh Utara dimana masyarakat Bantayan sudah 13 tahun tidak lagi memakai jaringan listrik yang khusunya wilayah menuju pantai “.jelasnya.

Hal yang sama juga di sampaikan T.Miftahuddin sapaan Om Mif, Ketua Harian Objek Wisata Bantayan sekaligus merangkap sebagai kaur pemerintahan gampong tersebut, ia sangat mengharapkan setempat mengharapkan kepedulian pemerintah untuk dapat memasang jaringan listrik ke desa itu.

“kami Pemerintah Gampong Bantayan sudah merealisasi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya membuka jalan baru yang menuju ketempat mata pencaharian masyarakat dan lebih kurang 1900 Meter. Dan kendala pada hari ini dijalan tersebut belum ada listrik atau penerangan jalan,” jelasnya.

Fazal Umri Geuchik Bantayan saat ditemui oleh media ini membenarkan, bahwa desa yang dipimpinya itu tidak ada jaringan listik. salah satu bagian masyarakat kami belum menikmati penerang atau listrik.”Saya sebagai Pemimpin di Bantayan yang mewakili masyarakat, sangat berharap pada pemerintah untuk merealisasikan kebutuhan kami salah satunya adalah listrik, karena disegi perkembangan zaman, jaringan listrik merupakan ialah sebgai kebutuhan primer untuk kelancaran perekonomian masyarakat dalam beraktivitas,”Tutupnya. ( SF ).

Pos terkait