Memasuki Usianya Ke 18 Tahun, Sampah Masih Mempengaruhi “Konsentrasi” Kinerja Pemkab Bireuen

Belasan Truk Pengagkut Sampah Milik Pemda Bireuen Juma’at 15 September 2017, hingga pukul 12.00 Wib terlihat masih ngumpulparkir bareng di pekarangan belakang Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Jalan Takengon Juli bekas bangunan Sekolah SMAN 3 Kabupaten Bireuen, menunggu arahan kesimpulan yang tengah diupayakan pejabat dinas terkait bersama perangkat desa Meunasah Gadong dan Perangkat Desa Cureh, Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen..

BIREUEN | BN – Meskipun usia kemandiriannya sudah berjalan selama 18 tahun lamanya, sejak berlaku pemekaran dari induknya Kabupaten Aceh Utara Lhoukseumawe pada tahun 1999. Sikap Pemerintah Daerah Kabupaten Bireuen, persoalan sampah masih menjadi salah satu  problem rentetan utama bagi pemerintah Kabupaten Bireuen.

Kini, tema yang sama kembali terulang menyusul ditutupnya  akses masuk truk pengangkut sampah Pemda Bireuen menuju lokasi TPA II kawasan Blang Beururue, Kecamatan Peudada  Kabupaten Bireuen , Rabu 13 September 2017.

Bacaan Lainnya

Pemanfatan lokasi lahan pemerintah dibagian selatan Simpang Bugeng sendiri, dilakukan sejak sekitar enam bulan silam setelah terjadi negosiasi premature antara pihak pemerintahan Ruslan, dengan perangkat desa TPA andalan  kawasan Desa Cot Buket Peusangan.

Tindakan pelarangan oleh warga Desa Blang Beururue didekat lokasi pembuangan  diprakarsai masyarakat peduli kawasan berdekatan sarana yang dijadikan sebagai tempat alternatife untuk lokasi buang sampah. Peristiwa tersebut membuat pejabat utusan hal terkait kembali harus mencari jalan keluar tentang nasib kumpulan sampah masyarakat, di Kabupaten Bireuen.

Alternatif singkat pejabat instansi terkait adalah “rujuk” dan menggunakan kembali sarana TPA utama yang sebelumnya sudah dilengkapi sebagian sarana standar kelayakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di desa kawasan pedalaman yang berada bagian arah belakang Mapolres Bireuen kembali mendapat hambatan, Kamis 14 September 2017.

Sementara belasan mobil angkutan sampah ukuran ramping dan sedang milik Pemda Bireuen yang berisi muatan penuh sampah dari waktu pagi hari, sempat terlihat singgah parkir disejumlah lokasi pinggiran jalan Negara kawasan bagian timur kota kabupaten, terkatung-katung menunggu perintah bongkar muatan dari pejabat urusan terkait.

Pendekatan kekeluargaan antara pejabat Dinas Perkim Bireuen dengan perangkat Desa Cot Buket, Peusangan menjulang sukses mendapatkan izin masuk terhadap belasan mobil angkutan pemda yang sejak puklk 09.30 Wib  pagi sudah parkir berjejer diseputaran pintu gerbang masuk TPA sebelah timur Mapolres Bireuen,untuk melakukan pembongkaran  muatan di TPA, sekira pukul 13.00 Wib.

Sikap lunak perangkat Desa Cot Buket ternyata bersyarat, izin melintas masuk truk sampah menjangkau TPA  di”okey”kan hanya untuk 1 x 24 jam kerja. Sementara untuk seterusnya para perangkat desa sepakat kembali bersikap tegas untuk memblokir ekses khusus bagi truk sampah Pemda Bireuen yang ingin menuju TPA.

Sedangkan dihari berikutnya Jum’at 15 September 2017, pihak pejabat  Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup yang dikomandadi Kadis Ismunandar, ST, MT   terpaksa bertindak ektra dan agresif mencari kembali alternative dan lokasi buang sementara muatan sekira 16 unit truk pengangkut sampah milik warga dari 17 kecamatan.

Pantauan media ini, Jum’at 15 September 20017, hingga menjelang waktu shalat Jum’at pukul 13.00 Wib, belasan truk terlihat masih penuh muatan sampah, sementara belasan driver juga terlihat “mejeng santai” sambil canda bersama rekan seprofesi menunggu kesimpulan mujur dari, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Ismunandar, ST, MT  yang sedang berupaya mencari solusi tempat bongkar alternative.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Ismunandar, ST, MT ditemui dimeja kerjanya sepulang dari lapangan mencari lahan untuk difungsikan  TPA alternative sementara menyatakan, perkembangan spontanitas dari kekuranangan sarana milik daerah ini seiring waktu dan dengan segala segala kemungkinan memang harus  dicari solusi  pihaknya bersama tokoh-tkoh daerah unsur lainnya.

Mengawali bukti sukses dari kebijakan dadakan yang mesti diperoleh dengan singkat dan  tepat untuk hari Jumat 15 September 2017, Ismunandar sudah memperoleh jalan keluar untuk  bongkar muatan sampah belasan unit truk Pemda Bireuen yang dari 17 kecamatan nyakni mulai Kecamatan Gandapura sampai Kecamatan Samalanga menurut catatan data BPS Bireuen terkumpul sampah yang harus diangkut ke TPA nya mencapai 150 – 200 Ton perhari..

“Pilihan Kami didua titik kawasan yaitu Desa Cureh Dan Desa Meunasah Gadong, Kecamatan Kota Juang Bireuen. Tapi sepertinya kuat pilihat sampah dalam truk itu akan dibongkar seusai shalat Jum’at nanti di lahan kosong kawasan Desa Cureh, Kota Juang Bireuen,” demikian tandas Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Ismunandar, ST, MT.

 Informasi yang dihimpun BongkarNews dari berbagai sumber menyebutkan, sikap kesan norak yang diperagakan para pengelola desa terhadap truk angkutan sampah milik pemda setempat dalam menjangkau sarana TPA milik Pemda Bireuen yang sudah lama dipersiapkan, merupakan sikap tindak balas kesan kurang pedulinya pejabat daerah terhadap harapan warga Cot Buket terkait dengan kelengkapan sarana sebuah sarana TPA berstandarnisasi tingkat daerah.

Perkembangan itu juga telah menyebabkan salah satu alasan utama kenapa proses musyawarah yang sempat digelar antara utusan  pemda yang antara lain diisi sekda Ir Zulkifli, DPRK PA Bireuen Dapil setempat Rusyidi (Ceulangiek), Kadis Perkim Ir Ismunandar Rabu malam 12 September 2017, di aula pertemuan Meunasah Cot Buket mengalamim “deadlock” alias tidak mendapatkan hasil apapun jua..

Tuntutan yang sempat diprakarsai puluhan warga ring I terimbas langsung dengan lokasi TPA dimasa kepemimpanan Bupati H Ruslan M Daud itu hanya sempat tercapai dalam bentuk harapan dan harapan seibarat “fatamorgana” yang tak pernah nyata.

“Sikap Warga Desa Cot Buket yang tidak lagi mengenal kompromi terhadap pemintaan pihak Pemda Bireuen merupakan perkembangan wajar. Harapan agar TPA dibangun dengan standar SNI untuk menghindari penyebaran virus penyakit bagi warga sekitar TPA tidak mendapat realisasi sampai Ruslan mengakhiri masa jabatannya kini,” ungkap Wahab A Manaf, Ketua kelompok warga Imbas TPA Cot Buket, Kamis 14 September 2017 malam , saat dijumpai  wartawan media ini disebuah warung “Mie Kepiting” pinggiran jalan Negara Banda Aceh – Medan.

Seterusnya Wahab menyampaikan, terlepas dari nilai konfensasi subsidi pemerintah yang juga layak kami terima, karena sikap tak mau peduli dari pengambil kebijakan daerah  terhadap kondisi negative ligkungan kediaman puluhan KK warga Desa Cot Buket, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen kami yang sangat tidak sehat itu, sehingga warga setempat  kian subur  sikap kecewa plus serta sulit untuk melunak kembali untuk mendukung program pemerintah  daerahnya. (Roesmady)

Pos terkait