Simalungun I bongkarnewscom-Bau limbah yang dikeluarkan pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN IV Unit Gunung Bayu sangat meresahkan para guru dan anak murid yang sedang menimba ilmu di SDN 091681 Gunug Bayu, kecamatan Bosar Maligas, kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.
Saat awak media menyambangi SDN tersebut , Senin (28/3) sekitar jam 11.30 Wib ingin membuktikannya memang terasa menyengat penciuman di hidung dikarenakan bau busuk yang dihasilkan pabrik tersebut.
Mirisnya lagi lokasi pabrik tersebut berada tepat di belakang gedung sekolah , sehingga mau tidak mau para siswa selalu menghirup bau busuk.
R.Sinaga selaku Kepala sekolah SDN 091681 mengakui kepada media ini di ruangan kantornya, tentang polusi pencemaran lingkungan hidup begitu menyengat di pernapasan hidung sehingga bisa mengganggu penghirupan.
” Kami sudah terbiasa menghirup bauk busuk dari pabrik apalagi disaat jam- siang dan udaranya panas semakin menyengat di hidung”, ujar Sinaga.
Disebutkan dirinya tidak bisa berbuat banyak karena sebagai abdi negara tugasnya hanya melaksanakan tugas mengajar kepada anak didik.
Diakuinya melihat dari segi sisi bangunan sekolah yang begitu berdekatan dengan kolam limbah PKS jelas sudah mengganggu indra penciuman melalui udara,sehingga tidak layak untuk bimbingan belajar bagi anak didik.
” Harapan kami semoga Bupati, anggota DPRD dan instansi terkait memperhatikan kondisi yang terjadi saat ini agar anak didik dapat belajar dengan tenang dari ancaman bau busuk”, harapnya.
PTPN IV sebagai BUMN , lanjutnya seidaknya lebih memperhatikan lingkungan sekitarnya bukan hanya untuk mencari keuntungan saja.
” Hal ini untuk menyelaraskan program pemerintah demi masa depan anak-anak di zaman teknologi canggih tentang bimbingan belajar dan bidang kesehatan “, tegasnya mengakhiri. (RS)





