Krueng Simpo Pegang Rekor Tertinggi Serbuan Vaksinasi Covid 19

  • Whatsapp

Bireuen – Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen memegang record tertinggi Serbuan Vaksinasi Covid 19 yang di pusatkan di Kantor Geuchik , setempat, Kamis (15/7) yang dihadiri setidaknya 300 warga desa yang dirangkai dengan kegiatan pemabgian BLT yang bersumber dari dana DD

Keberhasilan Gampong Krueng Simpo tidak berlebihan, mengingat sosialisasi serbuan vaksinasi di gampong tersebut, dinilai cukup gencar dalam melakukan sosialisasi yang juga melibatkan Kapuskesmas, Camat Juli, Doli Mardian, SE, MSM , unsur Forkompincam Juli dan Geuchik, Syafrizal, A.Pd dan peran perangkatnya, sehingga warganya tidak lagi didera rasa takut untuk disuntik gratis

Bacaan Lainnya

example banner

Kesuksesan Gampong Krueng Simpo tidak berlebihan, mengingat dalam serbuan vaksinasi di gampong tersebut, dinilai cukup gencar dalam melakukan sosialisasi, yang turut menghadirkan pemateri dari Forkopincam, Puskesmas Juli I, yang terutama membahas tentang kesehatan. Suntikan vaksin, sebut Geuchik Safrizal, berkaitan dengan Imunitas dan kekebalan tubuh.”Akhirnya, warga teredukasi dan dapat memahaminya, yang akhirnya bersdia untuk di suntik, meski pada awalnya, sempat was-was untuk disuntik,” urai Syafrizal.

Dalam vaksinasi di Gampong itu, peran serta warganya pantas diacungkan jempol, mengingat tingginya minat masyarakat yang mau disuntik. Bahkan, warga yang tempat tinggalnnya jauh, dan terisolir, seperti warga mendiami Dusun terpencil di Bivak rela datang ke lokasi vaksinasi untuk mendapatkan suntikan gratis, yang acara tersebut untuk dalam rangka HUT Bhayangkara ke 75.

Bahkan tenaga vaksinator dari UPTD Puskesmas Juli , Satgas Covid beserta perangkat desa, harus bekerja ekstra keras dalam melayani warga desa, sampai sore. Apalagi petang harinya, diinformasikan jika vaksin sudah habis, dan oleh petugas menawarkan untuk dilanjutkan keesokan harinya. Tentu saja, hal itu membuat Geuchik Syafrizal, S.Pd “Naik Pitam” dan dengan suara tegas meminta petugas vaksinasi untuk menyelesaikan tugas vaksinasi hari itu juga. Apalagi, ada warganya yang suka reka datang dari jauh, hanya untuk divaksin, bahkan ada warganya yang datang dari dari daerah pengunungan dari Dusun Bivak, yang diyakininya sangat kecewa, jika sampai ditunda pada hari berikutnya.

Namun, hal itu dapat diantisipasi setelah Geuchik Safrizal, S.Pd urun rembuk dengan dengan vaksinator dari Puskesmas Juli I, yang kemudian didatangkan tambahan vaksin 10 vial. Jadi, total vaksin yang dibawa ke dalam kegiatan vaksinasi itu, total mencapai 30 vial, yang merupakan yang terbesar vaksin yang dibawa ke desa dan hal itu, membuktikan vaksinasi di Gampong Krung Simpo, tembus angka 300 dan merupakan rekor tertinggi yang digapai desa wisata, dibanding kan Gampong lainnya yang sudah melaksnakan vaksinasi dalam yang keamatan yang dikendalikan Camat Doli Mardian, SE, MSM. Vaksinasi di Gampong Krueng Simpo juga dirangkai pembagain BLT tahap ke tujuh dengan sumber dana dari Dana Desa (DD) yang dibagikan untuk 141 KK, sesuai Quota yang diterima Gampong itu.

Petugas vaksinasi dari Puskesmas Juli I, Rita Junizar, A,Md.Keb, sesuai rekapitulasi data yang diimpunya pada kegiatan itu, tercatat sebanyak 319 warga yang sudah melakukan penyuntikan, dan 26 orang lainnya tertunda dengan alasan masalkah kesehatan. tertunda, setelah hasil screening dinyatakan ditunda dengan alasan kesehatan.

Disebut Rita Junizar, awalnya tersedia 21 vaksin yang dibawa dari Puskesmas Juli I, dan penyuntikan pun sempat tertunda, karena kehabisan vaksin. Sementara warga terus berdatangan , dan dengan rela menunggu lama, dan pihaknya pun menyikapinya dengan mendatangkan Vaksin tambahan. ‘Meski sempat di buat panik dengan situasi kehabisan vaksin, tapi setelah berkoordinasi dengan geuchik dan perangkatnya, kita mendapat vaksin tambahan sebanyak 10 Vial, kasihan masyarakat telah menunggu lama dan datang dari jauh untuk divaksin,” pungkasnya.(Maimun Mirdaz) Krueng Simpo Pegang Rekor Tertinggi Dalam Serbuan Vaksinasi Covid 19

Disebut Rita Junizar, awalnya tersedia 21 vaksin yang dibawa dari Puskesmas Juli I, dan penyuntikan pun sempat tertunda, karena kehabisan vaksin. Sementara warga terus berdatangan , dan dengan rela menunggu lama, dan pihaknya pun menyikapinya dengan mendatangkan Vaksin tambahan. ‘Meski sempat di buat panik dengan situasi kehabisan vaksin, tapi setelah berkoordinasi dengan geuchik dan perangkatnya, kita mendapat vaksin tambahan sebanyak 10 Vial, kasihan masyarakat telah menunggu lama dan datang dari jauh untuk divaksin,” pungkasnya.(Maimun Mirdaz)

Pos terkait