Ketua Kadin Bireuen Dipecat, Diminta Bentuk Pengurus Baru Gantikan Muchtar Yusuf

  • Whatsapp

Bireuen-Sejak H. Muchtar “Paratek” Yusuf dipecat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bireuen, dinilai kurang aktif dan melanggar aturan organisasi, maka pasca pemecatan itu, diminta membentuk pengurus baru kepada Alim Mufid yang juga sebagai Pengurus Kadin Provinsi.

Menurut Mantan Ketua Kadin Bireuen yg pertama, Alim Mufid kepada media ini, Senin (21/6) membenarkan tentang diberhentikannya Katua Kadin Bireuen, H Muchtar Yusuf, namun ia tidak mengetahui alasan pemberhentuan tersebut. “Saya di telefon Pjs Kadin Aceh yang meminta saya membentuk pengurus baru, pasca pemecatan tersebut” ujar Alim Mufid.

Bacaan Lainnya

example banner

Dikatakan, atas dasar petunjuk dari Kadin Aceh, pihaknya mengaku masih belum melaksanakan untuk membentuk pengurus baru, dikarenakan masih adanya pengurus Kadin Bireuen, semenjak H Muctar Yusuf diberhentikan sebagai ketua.”Artinya, pengurus Kadin Bireuen kan masih ada, terkecuali jika Kadin Bireuen dibekukan, baru bisa dibentuk pengurus baru, itupun harus dengan mandat” sebut Alim Mufid.

Bahkan, aku Alim, alasan lainnya belum membentuk pengurus baru, dikarenakan Pjs Kadin Aceh telah menunjuk pengurusnya, H. Azwir Basyah sebagai Plt Ketua Kadin Bireuen, yang artinya Menunggu info dari Plt utk membentuk Kepengurusan Kadin Bireuen, tentunya dengan bermusyawarah dengan para pengurus lama kalau masih ada,” ungkap Alim Mufid.

Seperti yang terungkap dipermukaan, Ketua Kadin Bireuen, H Muchtar Yusuf telah dipecat dari posisinya, karena dinilai kurang aktif dan pelanggar aturan organisasi, dan posisinya digantikan pengurus Kadin Aceh, H. Azwir Basyah sebagai Plt Ketua Kadin Bireuen hingga terpilih ketua definitif.

Surat keputusan Kadin Aceh yang ditandatangani oleh Muhammad Iqbal dengan Nomor Skep/0269/KDN Aceh/VI/2021 tanggal 16 Juni 2021 tentang pembatalan dan pencabutan keputusan dewan pengurus Kamar Dagang dan Industri Provinsi Aceh No. Skep/017/Kdn Aceh/II/ 2019 tentang pembatalan sebagai ketua Kadin Kabupaten Bireuen, H. Muchtar Yusuf diberhentikan sekaligus juga sebagai anggota Kadin Aceh dengan nomor registrasi anggota 210528-36271988.

Dalam surat keputusan Kadin Aceh itu, H. Muktar Yusuf dinilai tidak aktif bahkan kantor juga tidak jelas, sehingga banyak anggota sulit akses informasi. Atas keputusan Kadin Aceh menghentikan H. Muchtar Yusuf terjadi perlawanan dan Muchtar Yusuf menolak keputusan tersebut dan dinilai tidak mendasar tanpa cross chek sehingga terkesan tendensius.

Menyikapi keputusan Kadin Aceh, Muchtar Yusuf menyurati Ketua Umum Kadin Indonesia serta Wakil Ketua Bidang Organisasi Kadin Pusat untuk meminta peninjauan kembali atas keputusan Kadin Aceh menonaktifkan dirinya tanpa ada peringatan sebelumnya.

Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua Kadin Pusat itu, Muchtar Yusuf sebagai Ketua Kadin Bireuen masa bakti 2017 – 2022 menolak disebut tidak aktif sebab kondisi pandemi covid 19 hampir seluruh lembaga tidak aktif.

Kemudian, melalui daring atau komunikasi antar ketua Kadin se Aceh terus dilakukan, terutama dalam perpanjangan KTA untuk legalitas Musda Kadin kedepan bahkan Muchtar menyebutkan komunikasi sebelumnya dengan Makmur Budiman (Almarhum) sangat intens dalam mendorong komunikasi dengan pengusaha, guna memotivasi gairah usaha ditengah pandemi virus corona, sebut Muchtar Yusuf dalam surat yang dituliskan kepada Ketua Kadin Pusat.

Sementara, Pjs Ketua Kadin Aceh, H. Muhammad Iqbal kepada wartawan mengatakan bahwa pemberhentian H. Mucktar Yusuf sebagai Ketua Kadin Bireuen sekaligus pemberhentian Muchtar sebagai anggota Kadin sudah sesuai dengan aturan organisasi. “Semua organisasi ada aturannya, apabila dilanggar pasti ada sanksi Organisasi,” jelasnya.(Maimun Mirdaz).

Pos terkait