Keberatan, Gadis Korban Penganiayaan Minta Polres Tebing Tinggi Tangkap dan Tahan Pelaku

  • Whatsapp

Tebing tinggiIbongkarnews.com-Keberatan atas perbuatan yang dilakukan pelaku, F (33), warga Dusun II Desa Sei Priok Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), gadis korban penganiayaan dan dugaan pencabulan berinisial HAM (19), warga Dusun XVI, Pasar III Gg Tilam, Desa Tembung, Kecamataan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) didampingi keluarga nya, Liber Marpaung, melaporkan pelaku F ke Polres Tebing Tinggi pada 27 Desember 2021 yang lalu dan tertuang pada Surat Tanda Bukti Lapor Nomor : STTLP/ B/ 891/ XII/ 2021/ SPKT Polres Tebing Tinggi/ Poldasu yang melaporkan tindak pidana UU No 1 Tahun’ 1946 Tentang KUHP Pasal 351 KUHPidana.

Atas laporan ini, korban HAM didampingi keluarganya, yakni Nurmalia Julita Marpaung (namborunya), Hermansyah S Marpaung (adik bapaknya) dan Liber Marpaung (adik bapaknya) meminta Polres Tebing Tinggi, Polda Sumut serius dalam menangani kasus ini dan segera menangkap dan menahan kembali pelaku F yang saat ini sedang ditangguhkan penahanannya.

Bacaan Lainnya

Kami keluarga korban merasa dirugikan atas perbuatan yang dilakukan pelaku F terhadap putri kami, HAM,” sebut ketiga pihak keluarga HAM kepada bongkarnews.com saat berada di kantor Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Tebing Tinggi di Jalan Gereja Kota Tebing Tinggi, Senin (10/01/2021) siang.

Kepada bongkarnews.com HAM korban penganiayaan menjelaskan bahwa awalnya dirinya berkenalan dengan lelaki berinisial F melalui sosial media facebook pada sekitar bulan Juni 2021 silam. Setelah berkenalan, sekira bulan Agustus 2021 pelaku F mengajak dan menjemput HAM dari Medan untuk ikut ke rumah F seraya menyampaikan ucapan pengancaman, bila korban HAM tidak mengikuti kemauannya.

Sesampainya di rumah orang tua F bertempat di Desa Sei Priok, pelaku F mengatakan kepada keluarga bahwa kami sudah menikah dan selanjutnya saya disekap di kamar. Setiap malam saya dianiaya dan saya juga dicabuli oleh F.

“Saya dipukuli, dicekik dan ditendang juga dicabuli oleh F, bang,” ungkapnya.

Lanjut HAM, saat ini pelaku F sudah ditangguhkan dan dijamini oleh kakaknya bernama Surasmi.

“Hanya 2 hari saja dia ditahan polisi, selepas itu pelaku F dibebaskan dengan alasan pelaku F telah dijamini oleh kakaknya,” terang HAM seraya menunjukkan surat jaminan yang dikirimkan juru periksa ke handphone salah satu keluarganya.

Informasi yang dihimpun, pelaku berinisial F telah di jamin oleh kakak F bernama Surasmi melalui

Saat kebenaran informasi adanya penangguhan tahanan melalui Surat Pernyataan Jaminan Orang yang ditandatangi oleh kakaknya F, ditanyakan langsung kepada Surasmi melalui telepon langsung, Surasmi mengaku bahwa benar telah memberikan Surat Jaminan kepada Polres Tebing Tinggi untuk dilakukan penangguhan terhadap adiknya F.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi AKP Junisar Rudianto Silalahi saat dikonfimasi via WhatsApp terkait kasus penganiayaan terhadap korban HAM. Dengan singkat, Kasat Reskrim mengarahkan agar mengkonfirmasi ke KBO Polres Tebing Tinggi.

“Ke KBO saja ya pak konfirmasinya, saya lagi zoom meting tks” jawab Kasat singkat. (RS)

Pos terkait