Gelapkan Uang Arisan, Direktur RSUD Kumpulan Pane Segera Panggil SNS dan Suaminya

Tebing Tinggi I  bongkarnews.com-Kasus penipuan atau penggelapan uang arisan oleh oknum pegawai tenaga kontrak di RSUD Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi ditanggapi dengan baik oleh Direktur RSUD Kumpulan Pane, dr Irwansyah didampingi Wakil Direktur Keuangan, Wakil Direktur Pelayanan dan Kepala Perawat ruangan tempat pelaku SNS bekerja.

Kepada sejumlah wartawan saat ditemui di ruang tunggu Gedung Utama RSUD Kumpulan Pane, Kamis (09/06/2022) sore, Direktur RSUD Kumpulan Pane mengungkapkan baru mengetahui kasus yang sudah dilaporkan ke polisi ini sejak adanya berita ini.

Bacaan Lainnya

“Terima kasih atas informasi ini, kami akan segera memanggil oknum SNS yang bekerja sebagai perawat pada ruangan isolasi dan suaminya ke kantor untuk mendengar kronologi kejadian dan mencari solusin serta membuat berita acaranya. Selanjutnya kami juga akan memanggil korbannya Tri Sanjaya Nababan yang menjadi penanggungjawab atau ketua arisan tersebut,” sebutnya.

Lanjut dr Irwansyah, perbuatan SNS ini sudah mencoreng nama baik RSUD Kumpulan Pane, karena SNS saat ini bekerja disini. Kami akan mencoba mediasi dan bila tidak ada jalan yang baik, semua terserah pada korban yang telah dirugikan oleh SNS.

“Sejak saya menjadi Direktur di RSUD Kumpulan Pane ini, sudah berbagai masalah yang saya harus hadapi untuk menyelesaikan kasus-kasus lama, seperti kasus pungli dan yang lain. Hal ini terjadi akibat adanya perlakuan atau perbuatan yang kurang baik oleh oknum yang bekerja pada Rumah Sakit ini. Apalagi ditambah perbuatan oknum pegawai kontrak yang merugikan uang arisan hingga Rp 81 juta, itu bukanlah uang yang sedikit,” kesalnya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa SNS telah dilaporkan korbannya Tri Sanjaya Nababan, oknum PNS yang pernah bekerja di RSUD Kumpulan Pane ke Polres Tebing Tinggi pada tanggal 6 Oktober 2021 dengan Tanda Bukti Lapor nomor STTLP/B/695/X/2021/SPKT/ POLRES TEBING TINGGI/POLDA SUMATERA UTARA.

Akibat kejadian ini, Tri Sanjaya Nababan mengalami kerugian sebesar Rp 81 juta. Uang ini merupakan uang arisan yang diterima (ditarik) oleh SNS dari 15 kelompok arisan pegawai yang dipimpinnya.

Dari 15 kelompok arisan yang dibentuk di RSUD Kumpulan Pane, SNS merupakan orang yang pertama menerima (menarik) uang arisan tersebut. Dengan secara bertahap sejak bulan Juni 2021. Memasuki penarik arisan yang kedua dan selanjutnya, pelaku SNS tidak pernah membayar lagi.

Saat ini, kasus penipuan atau penggelapan yang dilaporkan Tri Sanjaya Nababan sedang ditangani Polres Tebing Tinggi, tinggal menunggu waktu pelimpahan perkara ke Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi. (RS)

Pos terkait