Dicapai Kesepakatan Pembongkaran Kios Diseputaran Stadion Cot Gapu

  • Whatsapp

Bireuen-Revitalisasi Stadion Cot Gapu untuk dijadikan Taman Terbuka Hijau (TTH), dipastikan tidak mengalami kendala lagi, dan berjalan dengan mulus., menyusul hasil pertemuan Bupati Bireuen dengan Perangkat  Desa Cot Gapu, yang sepakat  kios-kios diseputaran  stadion untuk dibongkar dalam waktu dekat.

Geuchiek Gampong Cot Gapu, M Nasir kepada media ini, mengakui jika dalam urun rembuk dengan Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani, SH, M.Si dengan pihaknya,  sepakat dengan rencana revitalisasi untuk pembangunan RTH. Artinya,  Pihak Gampong Cot Gapu, yang selama ini, mengklaim tanah di sebelah barat Stadion Cot Gapu, yang juga berdiri warung-warung,  merupakan asset gampong. Maka dalam  pertemuan tersebut, tidak keberatan tanah tersebut, sebagai bagian dari Revitalisasi

Bacaan Lainnya

Untuk itu, dalam pertemuan yang juga dihadiri, Kadis Perdagangan, Industri, operasi dan UKM Kabupaten Bireuen, Ir Alie Basyah, M.Si dan sejumlah pejabat lainnya, telah tercapai titik temu, jika di areal yang sempat diklaim  milik Gampong itu, akan dijadikan area parkir, yang kelak akan dikelola pihak Gampong Cot Gapu.”Sedangkan jalan aspal di depan stadion yang sudah digarap itu, untuk kepentingan umum, yang merupakan  akses  ke Mesjid Cot Gapu. “Sudah tidak ada masalah lagi sekarang ini, jika saja sebelumnya dipertemukan dengan Bupati Bireuen, tentu tdak  akan terjadi polemik seperti ini,” ungkap M Nasir yang memuji  sikap bupati yang cepat tanggap terhadap keluhan warganya.

Dikatakan, selain itu, kepada para pemilik kios maupun warung-warung, Bupati Bireuen menjanjikan akan mendapatkan  biaya bongka, seperti yang diharapkan para pedagang, yang setidaknya Pemkab Bireuen menyediakan biaya bongkar. Hal ini, sebelumnya  tidak direspon instansi terkait, sehingga para pedagang kripik dan lainnya, mengaku  sangat kecewa. “Namun, setelah Bupati Bireuen  mengambil alih permasalahan dengan mengundang perangkat desa Cot Gapu ke Pendopo Bireuen baru-baru ini, akhirnya permasalahan dapat terselesaikan dengan baik,” papar M Nasir.

Sementara itu,  Pemilik Kios yang juga Ketua Pemuda Cot Gapu, Herman,  yang  ikut dalam pertemuan dengan Bupati Bireun, juga mengatakan ketidakberatannya untuk pindah. Apalagi, Bupati Bireuen telah melimpahkan biaya bongkar kepada Kadis Perdangan, Industri, Koperasi dan UkM, untuk menuntaskan pembayarannya. “Nantinya, Kita akan kami bongkar sendiri termasuk  mengambil segala bahan-bahan yang ada di kios tersebut,” sebut Herman.

Begitupun, pihaknya tidak akan membongkar dengan baru-buru,  sebelum Kadis Perdagangan,Industri,  Kopeperasi dan UKM membayar biaya bongkar, seperti yang diperintahkan Bupati Bireuen dalam pertemuan tersebut. Sebenarnya, jika dulunya ada penyelesaian dengan bermusyarah seperti yang digagas Bupati Bireuen, tidak akan terjadi hal separti ini. Ini malah, instansi terkait, terlalu buru-buru bersikap dengan keputusan yang dapat merugikan kami para pedagang, apalagi dalam masa pandemic covid 19,” papar Herman.

Sebelumnya, puluhan pedagang kecil yang menempati Kios Keripik dipastikan akan kena gusur dengan rencana Pemkab Bireuen untuk merevitalisasi Stadion Cot Gapu menjadi Taman Terbuka Hijau (TTH), juga dialami pedagang yang mendiami sebelah barat stadion.

Keresahan mereka menyusul surat yang mewanti-wanti para pemilik kios di seputaran Cot Gapu  untuk membongkar kios dimaksud dengan dead line 15 Sepotember 2021. Hal ini, seperti diutarakan Kadis Perdagangan, Industri, Koperasi dan UKM Kabupaten Bireuen, Ir Alie Basyah kepada media ini, mengatakan jika pihaknya sudah mengirim surat pemeberitahuan awal September 2021 yang meminta pemilik kios membangkar dengan dead line, 15 September 2021.  Jauh sebelumnya, kata Ali Basyah, juga  sudah mewanti-wanti mereka untuk membongkar kios seputaran Stodion Cot Gapu, karena akan direvitalisasi menjadi TTH.(Maimun Mirdaz)

Pos terkait