Bireuen | BN – Bupati Bireuen H Ruslan M Daud kembali menbuat sensasi teranyar tahun ini, menjelang 22 hari mengakhiri masa tugasnya sebagai pengusa Bireuen dengan membuat gebrakan mutasi yang bernuansa balas dendam yang dipusatkan di gedung Sekakab lama Bireuen , Selasa (4/7).
Sejumlah pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya hari ini, diantaranya ada yang”pulang kandang” untuk menempati posisi semula, dan juga pulang kandang sebagai staff ahli. Sehingga kesan balas dendam dalam mutasi kali ini sangat kentara .
Seakan mutasi yang dilakukan pejabat Bupati Ir Muchtar , M.Si tidak diakui Bupati Bireuen yang dinilai telah “melantak” banyak pejabat yang kadung menjadi “anak emasnya” sebagai staf ahli. Baik Bupati Ruslan M Daud dan Wakil Bupati. Ir Mukhtar, M.Si (Menjadi pejabat Bupati saat Bupati Ruslan cuti kampanye PIlkada 2017), sudah menjadi rahasia umum, jika kedua pejabat politik tersebut , sudah lama berseteru.
Tidak mengherankan menjelang mutasi teranyar Bupati dan empat pejabat lainnya di bireuen diduga melakukan Komplain ke ASN, yang ternyata di sambut manis pihak ASN dan Kemendagri yang menyetujui pelantikan ini.
Lihat saja Drs M Isa, M.Si hanya istirahat sebentar sebagai staf ahli, yang kemudian menempati kembali poasisi sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BPSDM) setelah didongkrak Bupati Ruslan dalam mutasi identik “balas dendam” Selasa 4 Juli 2017.
Posisi tersebut sebelumnya memang ditempati Drs M Isa, M. Si sebelum dimutasi menjadi Staf Ahli oleh Ir Muktar Abda, M.SI. Tidak mengherankan jika saat disebut namanya kembali menjadi Kepala BKPSDM , suara gaduh PNS yang beteriak “huuuu”, meskipun diantara mereka memang memberi aplaus.
Sedanglan kepala BKPSDM sebelumnya, M Yusuf, SH dengan pasrah menerima jabatan sebagai kepala Pertanahan Kabupaten Bireuen yang dinilai tidak menjanjikan mengingat urusan tanah masih dikuasai Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Begitu juga Ir Fadli, ST yang menempati kembali posisinya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Tata Ruang Kabupaten Bireuen. Yang bersangkutan memang menjadi kepala dinas diintansi tersebut, sebelum dimutasi menjadi staf ahli oleh Pejabat Bupati Bireuen, Ir Mukhtar, M.MSi.
Tiga pejabat lainnya yang “dipulangkandangkan” sebagai staf ahli Ir Yan Fitri, ST dan Drs Sofyansyah serta Raden Yus Rusmadi, ketiga pejabat tersebut digusur dari jabatan Kepala Dinas Perumahan Rakyat kawasan Pemukiman dan lingkungan Hidup (Yan fitri-red), yang kemudian ditempati, Kepala Dinas Pendidikan Dayah (Drs Sofyansyah-red).. serta Asisten II (Raden Yus Rusmadi-Red)
Sementara Ir M Jafar MM, juga ikut “pulang Kandang” menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Sebelumnya memang menempati Jabatan tersebut, sebelum dimutasikan menjadi staff Ahli oleh pejabat Bupati Bireiuen Ir Mukhtar, M.SI, pada September tahun lalu .
Dalam mutasi teranyar posisi Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan ditempati M Jafar MM yang mengantikan Irwan, Sp yang hijrah menjadi Asisten II yang ditinggakan Raden Yus Rumadi, ST .
Jabatan Yan Fitri diberikan kepada Ismunandar, ST yang sebelumnya menempati jabatan sebagai Kepala Dians Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan jabatan Drs Sofyansyah diserahkan Kepada Said Abdurahman
sedangkan jabatan yang ditiunggalkan Said Abrahman yaitu Kadis Infokom di hadiahkan kepada Zamri, SE yang diebut-sebut sebagai pejabat yang terlibat dalam mutasi tersebut.
Adanya indikasi jika mutasi ini terkesan dipaksakan, baik masalah kompetensi pejabat yang dilantik dan tidak terlibatnya Baperjakad seluruhnya.
Hal ini diakui Sekda Bireuen Ir Zulkifli, SP yang menjawab media ini, memang tidak ditandatangani seorang Baperjakad. “Mungkin ia kena mutasi makanya tidak mau menanda tanganinya ,” dalihnya seraya menyangkal adanya mutasi balas dendam .(Maimun Mirdaz/Roesmadi)





