BIREUEN | BN – Kebijakan pemerintah Kabupaten Bireuen (Eksekutif dan Legislatif) dalam hal berbaik hati terhadap empat lembaga Vertikal setempat (Kejari, Polres, PN dan Kodim) dengan hibah kado mobil mewah “Mitshubisi Pajero Sport” yang diserahkan Bupati Bireuen H Ruslan M Daud dihalaman Pendopo Rabu 2 Agustus 2017, menuai protes serta kecaman dari berbagai kalangan.
Dari kalangan regenerasi intelektual Bireuen di Banda Aceh misalnya, sebagaimana disuarakan Ketua Umum Himabir Zulkarnaini (Syeh Joel), berpendapat jika pemberian itu belumlah tepat.
Pasalnya kebutuhan anggaran untuk masyarakat terutama untuk pemberdayaan ekonomi masih sangat banyak, sehingga belum dikatagorikan layak untuk mempersembahkan kado mobil mewah kepada instansi vertikal.
Seperasaan dengan sisi pandang PB – Himabir, salah satu wadah Mahasiswa dari Kabupaten tetangga Aceh Utara nyakni BEM Muslim Unimal via pernyataan Chalidin selaku Menteri BEM Unimal melalui realise pernyataan keprihatinannya yang di dikirim ke email BongkarNews Kamis 3 Agustus 2017 turut bersuara terkait dengan perihal hibah mobil yang diberikan oleh Pemkab Bireuen kepada 4 instansi vertikal di kabupaten Bireuen.
Chalidin menilai, jika kebikan pemerintah Kabupaten Bireuen yang diprakarsai H Ruslan M Daud menjelang masa “Baraqallah” kekuasaan sebagai Bupati itu, merupakan perbuatan yang tidak berkeadilan.
BEM Unimal melalui Menterinya Chalidin juga menduga, jika ada hal lain di balik pemberian berupa “hadiah baik hati” kepada instansi vertikal tersebut, mengingat masa jabatan Bupati Ruslan yang akan “The End”.
“Kami menduga ada sesuatu yang terselubung, kenapa Bupati Ruslan sampai menghadiahi mobil mewah yang nilai totalnya mencapai Rp 2 di akhir masa jabatannya,” Urai Chalidin yang merupakan seorang Menteri dalam Kabinet BEM Unimal Lhoukseumawe.
Menurut Chalidin, Yang utama mesti difokuskan pemerintah Bireuen dalam penggunaan anggaran daerah adalah bagaimana caranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat , bukan malah bertindak melukai hati rakyat dengan mengalihkan haknya untuk hadiah lembaga vertikal.
Dikatakan, jikapun Bupati Ruslan mau menghadiahi sesuatu di akhir masa kuasanya mendingan diarahkan kepada para ulama saja berbanding kepada lembaga Vertikal yang sesungguhnya mempunyai anggaran tersendiri dari APBN.
“Dan kalau hal demikian dilakukan sepertinya perasaan masyarakat Bireuet tidak bakal merasa terlukai dari kebijakan sinis yang dilaksanakan itu,” tandasnya.
Dibagian pernyataan Realisenya BEM Muslim Unimal juga menuliskan kata penuh harap kepada para pejabat instansi vertikal yang diberikan hadiah mobil tersebut agar menolak dan mengembalikannya untuk dijadikan program pro rakyat yang masih sangat banyak butuh kepedulian pemda dalam hal kesejahteraan hidupnya.
Sudahlah pihak yang memberi itu memang tidak punya perasaan malu, kita berharap kepada pejabat penerima masih punya perasaan hati nurani positif. Apalagi pihak penerima itu adalah bagian dari aparat penegak hukum, maka sepantasnya untuk selalu berpihak kepada masyarakat kecil.
“Dan Kami juga yakin kalau pejabat lembaga vertikal tersebut juga jika pemberian itu memang belum pantas mereka terima, sebab masih banyak masyarakat yang sudah sekian lama menunggu belaian da kepedulian dari pemerintah daerahnya,” demikian ungkap Chalidin diakhir uraian tulisan reallisenya. (Real/Roesmady)





