MEDAN | Bongkarnews.com- Merokok merupakan salah satu penyebab urama kematian dan kecacatan dini yang dapat dicegah, dan masalah kesehatan masyarakat yang paling penting saat ini. Jumlah perokok mengalami penurunan dengan semakin meningkatnya kesadaran akan bahaya rokok di negara maju, namun sebaliknya terjadi peningkatan jumlah perokok di negara berkembang. Berkaitan dengan itu, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Medan menggelar kajian Survey Prevalensi Perokok di Kota Medan.
Hal ini disampaikan melalui kata sambutan Wali Kota Medan H. T. H.T Dzulmi Eldin S, M.Si., M.H diwakili Sekretaris Balitbang Kota Medan Drs Siti Maharani Hasibuan dalam acara Seminar Akhir Survei Prevelensi Perokok di Kota Medan di Hotel Grand Antares Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (15/11).
“Berbagai penyakit yang disebabkan dengan kebiasaan merokok telah terdokumentasikan dengan baik. Penyakit tersebut yakni paru – paru, saluran pernafasan kronik, kardiovaskuler, ginjal, kanker tenggorokan, lambung, kandung kemih, mulut rahim dan sumsum tulang. Paparan asap rokok juga dapat menyebabkan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi,” ujar Sekretaris Balitbang.
Selanjutnya, dalam pemaparan yang disampaikan dr. Juanita selaku tim peneliti dari Universitas Sumatera Utara (USU), menyimpulkan bahwa prevalensi merokok setiap harinya di Kota Medan lebih tinggi dari angka nasional tahun 2016. Prevalensi merokok setiap hari pada pria, tambah juanita, lebih rendah dari angka nasional, sedangkan pada wanita lebih tinggi dibandingkan dengan angka nasional.(ft)





