Aksi Massa Minggu 22 Juli, Polisi Dibantu TNI dan Pemda Antisipasi Penuh

  • Whatsapp

MEDAN | Bongkarnews.com – Rencana adanya pengerahan massa dalam jumlah besar pada, Minggu (22/8) pagi hingga siang hari, Ditanggapi serius oleh pihak kepolisian. Hal ini sebagai upaya mengantisipasi bentrok massa antar pendukung.

Adapun aksi tersebut dilakukan 3 element besar yang melibatkan pengerahan massa secara besar, yang dikakukan di dua lokasi yang berdekatan. Yaitu di taman Sri Deli dan Istana Maimon.

Bacaan Lainnya

Tiga element, diantaranya, 2 pro mendukung kepemimpinan Jokowi yang mengatasnamakan dari kelompok Deklarasi Relawan Jokowi 2 Periode, serta Silaturahmi Akbar Relawan Jokowi. Sementara salah satu aksi lainya yang mengatasnamakan Deklarasi Ganti Presiden 2019.

Menyikapi hal itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi, pihaknya akan melakukan pengamanan gabungan bersama TNI-Polri, Pemda dan instansi lainnya untuk turut dilibatkan.

“Dua element yang menamakan diri dari kelompok Deklarasi Ganti Presiden 2019 dan kelompok Aliansi Relawan Jokowi, berencana dengan waktu yang bersamaan akan melakukan aksi di Taman Sri Deli, Jalan Mesjid Raya Medan. Sedangkan untuk Silaturahmi Akbar Relawan Jokowi, massa akan berkumpul di Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso Medan,” sebut Kombes Pol Dadang dalam keterangan pada konfrensi perss nya, Kamis (19/7) bertempat di ruang Rumaptama Polrestabes Medan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi, didamping Kabagops Polrestabes Medan, AKBP I Gede Nakti dan Kasat Lantas, AKBP M Saleh menegaskan, bahwa dalam menangani aksi demo tersebut pihaknya telah menargetkan beberapa langkah. Tentunya, sebagai antisipasi gejolak potensi kerusuhan.

“Berkaitan dengan adanya dengan deklarasi tersebut, maka TNI, Polri, Pemda dibantu, elemen lainnya mengantisipasi itu dengan pengamanan secara khusus dan berkala. Mengingat potensi gangguan. Untuk yang menjadi perhatian kita yang di Taman Sri Deli, dekat Mesjid Raya,” kata, Kombes Pol Dadang.

Tak hanya penutupanan jalan umum pada saat aksi, pihaknya juga mengaku melakukan beberapa poin himbauan terhadap para element aksi agar dapat menahan diri dan menghindari dari benturan (bentrok) sesama massa.

Beberapa jalan yang akan direkayasa yakni, Jalan SM Raja, Simpang Jalan Juanda, Simpang Hotel Madani, serta Jalan Mesjid Raya Medan.

Kemudian, pihaknya juga meminta agar tidak membawa massa terlalu banyak termaksud anak-anak dan selalu tertib berlalu lintas, menjaga persatuan bangsa, juga berharap kedua belah pihak mentaati peraturan.

Besarnya potensi gangguan dari dua element yang bersebrangan berorasi di tempat yang sama, Kapolrestabes juga mengaku masih melakukan koordinasi antara kedua belah pihak, sehingga polisi belum bisa menyebutkan jumlah personil yang harus dipersiapkan.

“Terkait dengan pengamanan, kami sudah mempersiapkan kekuatan pasukan, namun untuk besarnya kekuatan masih menungggu kondisi terakhir massa yang akan dikerahkan oleh kedua kubu kondisi terakhir termaksud massa yang akan dikerahkan. Kami masih terus melakukan komunikasi terhadap kedua belah pihak untuk rencanakan lokasi kegiatan ini dan masih terus dilakukan,” pungkasnya. (H Zul)

Pos terkait