Yara Minta Pembangunan Jalan Usaha Tani di Seneudon Segera Diusut

Aceh Utara | BN – Terkait pemberitaan di media online yang ditayangkan beberapa hari lalu mengenai pembangunan jalan usaha tani di gampong manekawan kecamatan senudon kabupaten aceh utara yang disinyalir dibangun asal jadi menuai perhatian berbagai kalangan yang  juga turut diangkat bicaran oleh Staf Khusus Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Hasanuddin yang disapa Tgk Jambe, Jumat 23 Maret 2017

Hasanuddin meminta kepada aparat penegak hukum di wilayah kabupaten aceh utara untuk mengusut tuntas hal tersebut, dimana untuk menindak lanjuti atas informasi masyarakat yang berpetonsi menyebabkan kerugian negara atas pembangunan jalan yang diduga asal jadi.

“saya minta kepada pihak penegak hukum untuk mengusut pembangunan jalan tersebut, karena itu merupakan kejahatan yang di lakukan oleh pihak pekerja yang merugikan negara dan para petani pengguna jalan.

maka untuk itu dalam memberikan kejelasan kepada masyarakat benar atau salah atas dugaan pembagunan jalan tersebut yang diduga mengandung unsur korupsi, maka YARA meminta kepada pihak kepolisian segera menindak lanjutinya,”Terang hasan.

“Bila terbukti ada pihak yang telah bermain dibalik proyek tersebut, agar segera digiring kemeja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.”tegas hasan.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya Proyek Dinas Pertaniaan  dan Pertenakan Kabupaten Aceh Utara jenis Paket pekerjaan Pembangunan Jalan usaha Tani di Kecamatan Seunudon Gampong Manekawan diduga rawan korupsi, Pasalnya proyek pembangunan sumber anggaran ratusan juta tersebut dikerjakan diduga tidak sesuai Spesipikasi dan RAB, Jumat 17 Maret 2017.

Berdasarkan sumber informasi yang diperoleh, pembangunan jalan usaha tani pada tahun 2016 itu, berdampak negatif, Sehingga membuat para akses bagi petani pengguna jalan sulit untuk melintas dibandingkan pada sebelumnya.

“kami mudah melintas di jalan sebelumnya, dibandingkan setelah dibangun oleh pihak pekerja, kami disitu juga merasa aneh terhadap jenis pembangunan tersebut yang dibangun terkesan seperti swadaya masyarakat.” ungkap salah seorang warga dengan nada kesal yang diminta namaya dirahasiakan.

Sambungnya, Namun Setelah kami ketahui, ternyata jalan tersebut dibangun oleh pihak dinas terkait yang bersumber pada anggaran tahun 2016, disamping itu dengan anggaran ratusan juta tersebut tidak ada mamfaaat yang dirasakan oleh masyarakat.

“Sebenarnya Kami petani sangat butuh perhatian pemerintah membantu para petani agar mudah dapat membawa hasil panen, namun kami sangat kesal kepada pihak yang mengambil keutungan pribadi,” lanjutnya.

Selain itu, Masyarkat juga meminta agar jalan tersebut diperbaiki kembali, bila perlu digreder tangan agar saat hujan turun jalan tersebut tidak jadi kubangan kerbau,” tandasnya.

Sementara Dinas pertanian Aceh Utara saat di jumpai yang dikonfirmasi melalui PPTK Husaini mengatakan, bahwa proyek tersebut belum diketahui dibawah tanggung jawabnya, selang beberapa jam kemudian mencoba dihubungi kembali panggilan ditolah pesan singkatpun juga tidak dibalas.(SA)