Sitename

Description your site...

Warga Temusai Resah, Alat Berat Beroprasi Tengah Malam di Sekitar Lingkungan Masyarakat

Warga Temusai Resah, Alat Berat Beroprasi  Tengah Malam di Sekitar Lingkungan Masyarakat

(gambar ilustrasi)

SIAK (BN)- Warga Dusun Teluk Mussahab Kampung Temusai Kecamatan Bungaraya resah dengan adanya alat berat (Ekskavator) milik pengusaha sawit yang diduga di becking atau dikawal  oleh oknum polisi dan  beroprasi setiap tengah malam ditengah-tengah lingkungan masyarakat. Suara  Ekskavator  yang turun naik kemobil tronton itu serontak mengegerkan warga tempatan, kususnya warga yang mempunyai anak kecil, karena suara keras dan bunyi hentakan benturan besi dengan besi membuat kaget anak bayi, sehingga warga mau tak mau mendatangi  Ekskavator itu dan meminta untuk menghentikan aktifitas mereka, namun sayang, warga yang seharusnya mendapat ketenangan dan diayomi oleh penegak hukum  justru malah sebaliknya, mereka digertak dan ditakut-takuti oleh oknum polisi agar tidak menghalangi alat berat itu untuk beraktifitas ditengah malam.

“Kami merasa resah dengan seringnya alat berat berhenti disini ditengah-tengah malam, karena dengan suara berisiknya mengganggu ketentraman kami unyuk beristirahat kususnya menganggu anak balita tidur. Anak kami yang kecil selalu kaget dengan suara berisik alat berat itu dan menangis. Karena merasa terganggu, kami datangi para pekerja yang mengoprasikan alat berat itu, namun sesampai disana kami dihalau oleh inisial (GL) oknum anggota polisi yang diduga  mengawal alat berat tersebut, dan mau tak mau kami harus mengalah walaupun ketentraman kami terusik,”ungkap Nurkolis, warga Temusai Kepada BongkarNews.Com. (31/7).

Nurkolis berharap kepada aparat hukum maupun pemerintahan desa agar dapat mengayomi masyarakatnya yang ingin hidup dengan tentram dan nyaman, bebas dari gangguan-gangguan yang meresahkan masyarakat.

“Kegiatan naik turunnya Ekskavator kemobil tronton  di daerah ini bukan sekali dua kali, tapi sudah sering, dan herannya mereka  melakukannya ditengah malam.  Jadi kami berharap kalau memang mereka mau melakukan pemuatan alat berat itu di siang hari atau sore saja, ketika masyarakat masih belum istrahat, bukan malah sebaliknya,”keluhnya.

Hal yang sama disampaikan Suratman, warga tempatan yang dekat dengan tempat pembokaran alat berat. Ia juga mengaku sangat resah dengan aktifitas Ekskavator ditengah malam diareal perumahan warga, bukan saja orang tua yang terbangun, namun anak-anak balita juga kaget dan menangis akibat suara berisik yang ditimbulkan  alat berat itu.

“Memang sudah sering Ekskavator berlalu lalang disini, kalau aktifitas mereka tidak tengah malam buat kami tak masalah, namun ini kebalikannya. Bahkan beberapa bulan yang lalu saking jengkelnya kami bersama warga yang lain mendatangi alat berat itu dan menghentikan mereka serta kami  mengancam kalau masih beroprasi kamu akan bertindak anarkis, merekapun ahirnya berhenti, tapi sekarang diulangi lagi,”ungkapnya.

Untuk menakut-nakuti warga tempatan agar tidak memprotes, pengusaha sawit (SR) yang terkenal kaya ini bukan saja menyewa preman, namun juga diduga menyewa oknum polisi atau penegak hukum  untuk mengawal mereka, bahkan sempat warga tempatan digertak oknum polisi yang bertugas di Bungaraya gara-gara mereka meminta aktifitas Ekskavator dihentikan.

Sementara itu Penghulu Kampung Temusai Markuat sangat menyayangkan hal ini, pihaknya akan melindungi hak warganya untuk hidup tentram dan nyaman bahkan akan menegur langsung pihak bersangkutan.

“Betul pak,  kemarin warga kami melapor di kantor kampung terkait aktifitas alat berat milik pengusaha sawit yang selalu dilakukan aktiftas  ditengah malam, dan  kami sarankan untuk  koordinasikn sama ketua RW RT agar  di tindak lanjuti. Kalau memang gak di indahkan, tetap kita laporkan saja masalah ini kepihak berwajib,”pungkasnya. (Sugianto)

banner 468x60