Titah Saifannur Belum Dianggap “Keramat” Oleh Sang Kades di Kabupaten Bireuen

Sebagian Peserta “Bimtek” perangkat desa unsure Kades dan Direktur BUMG 61 Desa dari 2 Kecamatan, Peusangan Siblah Krueng dan dari Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen, Aceh terlihat penuh konsentrasi mengais materi yang disuguhkan oleh pihak lembaga Pemateri LP2ED, di Aula Hotel Mdani Depan Istana Maimun, Propinsi Sumatra Utara, Medan.

BIREUEN | BN – Kendatipun Bupati Kabupaten Bireuen telah mewanti-wanti para Kepala Desa (Geuchiek) sejajarannya untuk tidak lagi menggunakan Dana Desa (DD) semena-mena demi berbagai keperluan pribadi yang dinilai tidak bermanfaat sebagaimana program  yang diberlakukan mantan Bupati Bireuen Ruslan M Daud untuk mengajak Kades bertamasya ria ke Puncak Kota Bogor Jawa Barat tahun silam, namun kuatnya pengaruh birahi sang Kades agenda bergelar “Bimtek” tersebut tetap saja dilakukan.

Gema larangan “bertamasya” menggunakan uang rakyat terhadap kades di Bireuen kerab disuarakan Bupati H Saifannur SSos dalam berbagai acara seremonial yang melibatkan unsur kades. Kepada Kepala Desa diharapkan untuk tidak  lagi Kebanyakan Menjalankan Program semacam Tour (kunjungan) sana-sini yang tidak bermakna terhadap masyarakat banyak.

“Pergunakanlah dana desa untuk program membangun lebih nyata manfaatnya bagi masyarakat desa,” demikian salah satu contoh Kata Larangan tegas  dari Bupati Saifannur diantara penggalan  kalimat kata sambutan beliau ketika  menghadiri acara sosialisasi dana desa melalui Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) Lembaga Kejaksaan di Aula Setdakab Lama Bireuen Minggu Terakhir Agustus 2017.

Namun, sepertinya Se”durhaka” bagaimanapun imbas yang bakal diterima pelaku  jika pantangan tersebut dilanggar sepertinya tetap dianggap “nihil” oleh sang pemimpin desa umumnya yang saat ini sedang mengais ilmu Bimtek di Kota Medan sana. Terbukti dengan jumlah keseluruhan  122 Perangkat Desa (jika ikut semua desa dari dua kecamatan) , terdiri dari Kades plus direktur Badan Usaha Milik Gampoung (BUMG) masing-masing desa dari Kecamatan Peusangan Siblah Krueng dan Kecamatan Gandapura Sabtu 24 Maret 2018 dini hari, bergerak bareng menggunakan transportasi bus umum berangkat ke arah timur menuju Kota Medan, Sumut.

Keterangan yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, keberangkatan kades plus Direktur BUMG dari Kecamatan Peusangan Siblah Krueng sebanyak 21 Desa, serta dari Kecamatan Gandapura total 40 desa adalah untuk tujuan mengikuti “Bimtek” Pengelolaan Dana Desa (DD) sesuai arahan panpelyakni pihak Lembaga Lembaga Pemberdayaan dan pengembangan Ekonomi Desa (LP2ED) serta dari pejabat bagian terkait dari pemerintahan kecamatan masing-masing.

Dikabarkan, terhadap peserta pihak pengelola kegiatan mengutip iuran Rp 5.800.000,- (Lima Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah) bagi setiap peserta. Dengan system kelola Rp 4.500.000 disetor kepada panpel,  untuk kebutuhan empat hari menjadi peserta Bimtek, termasuk uang transport PP, Bireuen —  Medan. Sisanya  Rp 1.300.000,- adalah untuk jatah uang saku pribadi selama dalam perantauan.

Tersimpullah, bahwa total anggaran sementara yang harus disetor untuk setiap desa yaitu harga bayar dua orang peserta  terdiri Kades dan direktur BUMG sebesar Rp 11.600.000,- (Sebelas Juta Enam Ratus Ribu Rupiah). “Para Kades dua kecamatan itu akan mengikuti acara bimtek selama empat hari tiga malam, yang digelar diaula Hotel Madani, yang lokasinya berhadapan dengan Bangunan Istana Maimun berdekatan dengan  lintasan jalan utamaJalanSisingamangaraja. .                                                                                                                                                                                                                                                                              Sesuai data dengan cantuman perihal “penawaran Kegiatan Pelantikan dari Lembaga LP2 ED yang disuguhkan kepada seorang Kades di Kecamatan Gandapura yang diperoleh media ini menyangkut peruntukan dana sebesar Rp 4.500.000,- (Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) Dari setiap peserta akan diperuntukkan antara lain : Penginapan di Hotel Bintang 3 (tiga malam), Transportasi Bireuen – Medan PP, Meeting Room, Training Kit (Tas, ATK, dan Materi pelatihan), Baju Seragam, Kunjungan Lapangan serta Pendampingan Selama Dua bulan.

Surat Penawaran dari Lembaga LP2ED yang ditujukan kepada Kepala Desa masing-masing itu ditandatangani oleh Sekretaris LP2ED Hadi Muttaqin, SE an Direkturnya. Surat Dalam arti Penawaran itu dikeluarkan di Banda Aceh Tertanggal 19 Maret 2018.

Ada juga informasi belum resmi yang menyatakan, ke 609 pihak desa dari 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen akan menyusul secara bertahap acara penguatan SDM bagi perangkat desa dalam mengelola Dana Desa (DD) tepat sasaran di Propinsi tetangga yang penduduknya dimanyoritasi oleh Suku Batak dan Karo tersebut.

Meskipun singkatan huruf nama lembaga terlihat sedemikian asing yang terdiri empat huruf menghimpit angka dua dipertengahannya itu, tersebut terutama sekali  dari tingkat pengetahuan yang dimiliki masyarakat awam di Kabupaten Bireuen, terhendus informasi mengenai anggota yang mempelopori lembaga penguatan SDM terhadap perangkat  pemerintahan desa tersebut juga terdiri dari kalangan pemuda-pemuda cerdas yang  sama suku,  mungkin juga sesama daerah asal nyakni  Kabupaten Bireuen.

Karnanya, jika merujuk kepada cara berimaginasi masyarakat  yang memiliki tingkat IQ dibawah standar rata-rata, perkembangan tersebut  membuat pantas jika kemudian  memancing beragam tanya. Misalkan saja, kalaulah yang berada dibawah wadah  LP2ED  (Pemateri Program) itu adalah merupakan orang-orang cerdas sedaerah kita, kenapa juga lokasi “bimtek” nya mesti ditentukan  diHotel Kota Medan sana.

“Padahal Cukup banyaklah sarana yang bisa menampung untuk acara gelar Bimtek semacam itu dan tidak mesti ke Medan segala. Setidaknya terdap masyarakat akan muncul sedikit kesan salah tanggap bahwa  kita tidak seroyal kelas berat memonopoli Dana Desa,” umpat seorang sumber yang mengaku masih berstatus Mahasiswa semester IV di STIE Blang Bladeh Kecamatan jeumpa dengan harapan identitas lengkap yang bersangkutan  mohon dirahasiakan,  di Nongkrong Coffe Senin 26 Maret 2018..

Secuil keterangan yang berhasil diperoleh wartawan BongkarNews  dari  Kepala DPMGPKB Setdakab Bireuen Bob Mizwar SSTP, MSi melalui contak person ponsel pribadinya Senin 26 Maret 2018 malam mengatakan, bahwa program “bimtek” yang disertakan kades dan Direktur BUMG dari dua kecamatan, Terdiri Dari Kecamatan Peusangan Siblah Krueng dan Kecamatan Gandapura itu adalah inisiatif pribadi dari satu lembaga luar pemerintahan (Non Govvermant) bernama Lembaga Pemberdayaan dan pengembangan Ekonomi Desa, disingkat LP2ED.

“Jadi pihak LP2ED tersebut turun lapangan sendiri ke desa-desa melakukan penawaran program yang mereka prakarsai. Sehingga karena yang menjadi pelaksana utama bukan orang-orang jajaran kami dari Pemkab Bireuen, maka terkait pertanyaan apakah program dimaksud juga akan disertakan aparat desa dari 15 kecamatan lainnya secara bertahap juga tentang keterangan detail lainnya menjadi kurang lengkap dan apa adanya,”  demikian ungkap Kepala DPMGPKB Setdakab Bireuen Bob Mizwar SSTP, MSi. (Roesmady)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *