Tidak Mengantongi Izin, Polres Bireuen Amankan Tiga Unit Eskavator di Salah Sirong

Bireuen | BN-Polres Bireuen mengamankan tiga Unit Eskavator di Desa Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen menyusul keberadaan alat berat tersebut tidak mengantongi izin operasional galian C.

Sudah sepekan lebih, ke tiga eskavator itu mangkrak di lokasi Salah Sirong, yang tentu saja, aktivitas pengerukan pun di DAS Kruemng Peusangan pun terhenti.

Aparat Polres Bireuen, Kamis (18/1) melakukan penyitaan dengan memasang Police line terhadap tiga unit Eskavator yang sedang aktivitas pengerukan material, jenis batu mangga yang akan dipasok ke Stone Cruiser di Kabupatemn Bireuen
Sumber di Polres Bireuen menyebutkan ke Tiga Unit Eskavator masing-masing di kelola W, Er dengan merek Hitashi yang terbukti tidak memilik izin dari Propinsi dan hanya mengandalkan izin Muspika Jeumpa yang memang tidak lazim serta tidak sah.

Sementara Eskavator yang dikelola R dengan merek Komatsu dengan pemiknya MY alias Raja Sakai tidak memiliki izin OP, tapi mereka memiliki izin Eksplorasi dari propinsi. Begitupun tidak diketahui apakah izin Ekplorasinya sudah mati atau tidak atakah menyangkut rekomendasi di Simpang Jaya, Kecamatan Juli, namun izin Eksplorasinya di Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, sehingga Eskavator milik Raja Sakai itu, turut disita Polres Bireuen

Menurut salah seorang Kadus di Salah Sirong, Kamaruddin mengatakan kepada media ini, Minggu (21/1) kegiatan eskavator yang dikelola W dan ER yang melakukan pengerukan material di kawasan itu sebagai upaya mencari dana untuk pembangunan mesjid yang disebutnya terhutang di salah satu toko bangunan di Kota Bireuen .

”Seluruh Perangkat Desa Salah Sirong ikut menandatangi surat untuk aktifitas Becho tersebut, Kami minta pihak Polres menyelesaikan kasus penyitaan itu dengan bijak, sehingga bisa beraktifitas kembali, dan tidak menjadi beban orang kampong,” tanggap Kamaruddin.

Sementara itu Reza yang mengelola Eskavator milik M Y alias Raja Sakai menyebutkan kepada media ini, Kamis (25/1) , jika polisi menilai Eskavator tidak memiliki izin galian golongan C , sudah sepantasnya menempuh jalur hukum dengan membawa serta alat berat tersebut ke Polres Bireuen. Bukannya, melakukan penyitaan dengan memasang police line di Sarah Sirong.
Dikatakan, adanya kekuatiran bagi mereka tentang keselamatan becho tersebut, selain menambah beban untuk menjaga becho tersebut; pada malam harinya untuk menjaga eskavator. “Kalau kami menyalahi aturan, kan bisa diproses secara hukum dan bawa serta barang buktinya ke Polres dalam upaya menindaklanjutinya. Dengan semakin lamanya Eskavator diamankan di Salah Sirong akan semakin menambah beban dalam menangulangi dana untuk upah menjaga alat berat tersebut.

Dikatakan, pihaknya belum lagi melakukan pengambilan material, dan baru dalam taraf ekplorasi sesuai izin dari propinsi, kenapa harus diamankan juga. “Sedangkan pihaknya melakukan eksplorasi di titik kordinat sendiri, tapi mereka yang hanya mengantongi izin Muspika, kok berani menyasar area milik kami,” ujar Reza.

Kasat Reskrim Polres Bireuen. Iptu Riski Andrian, SIk kepada wartawan Senin, membenarkan ke tiga unit eskvator tersebut, telah diamankan pihaknya, karena diduga tidak memiliki izin operasional. Penangkapan ke tiga Eskavator itu, menyusul laporan warga tentang maraknya penambangan liar disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan di kawasan Kecamatan Jeumpa. Berdasarkan informasi tersebut, pihaknya hari itu, Kamis (18/1) meluncur ke lokasi yang ditunjuk si pemberi laporan dan polisi menemukan tiga unit eskavator yang sedang melakukan aktifitas di Sarah Sirong tanpa mampu menunjukkan izin operasionalnya.

Ketiga unit Eskavator itu diduga tidak memiliki izin penambangan Golongan C, sehingga harus amankan pihak Polres Bireuen dengan melakukan penyitaaan di tempat ke tiga unit eskavator, dengan memasang garis polisi (police line-red) di lokasi keluar masuknya alat berat itu.
Seperti diberitakan harian terbitan lokal, Rabu (23/1), sikap tegas diperlihatkan Polres Pidie dalam memburu enam pemilik eskavator yang sedang melakukan penambangan tanpa izn di DAS Krueng Tiro. Dikabarkan Ke enam eskavator itu telah diamankan Polres Pidie dan masih memburu pemilik eskavator tersebut.(Maimun Mirdaz)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *