Sitename

Description your site...

Terkait Proyek Irigasi Jual Nama Bupati, ‘Jangan Muat Foto Bos Kami Itu’

Terkait Proyek Irigasi Jual Nama Bupati, ‘Jangan Muat Foto  Bos Kami Itu’

Lintongnihuta, BN
Ada yang marah dalam pemberitaan BN edisi 554 soal proyek rehabilitasi irigasi di Lumban Sapa, Lingtongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Siapakah dia? Rupanya yang marah itu adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Humbahas, Jhonson ST, Msi. Apa pasal marahnya sang Kadis? Nah, sang Kadis marah karena foto Bupati Humbahas terpajang jelas di halaman depan BN.

Itu diketahui saat kru BN coba mengkonfirmasi mengenai indikasi proyek tersebut. Awalnya kru BN menanyakan soal pemberitaan. Ya, konfirmasi, begitulah. Namun Jhonson mengatakan bahwa dirinya belum membaca pemberitaan tersebut.

Setelah melihat foto Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor dilihatnya, langsung Jhonson sedikit naik pitam. “Rupanya kamu membuat pemberitaan ini ya. Terus terang saya belum membacanya.
Jangan buat foto bos kami itu. Itukan seorang Kepala Daerah supaya jangan ditinggalkan rekanan kepada tukangnya disebut-sebut namanya biarpun rekanan itu TS-nya itu kan! Dan di mana ada proyek yang bermasalah itu kan masih pelaksanaan bisa diperbaiki,” tuturnya awal November kemarin.

Sementara itu pantauan BN di lokasi rehabilitasi proyek irigasi senilai Rp 185 juta, terlihat ada kejanggalan. Batu yang dipakai terindikasi material bekas alias bahan bongkaran lama.

Terpisah, Pimpinan Proyek bermarga Silalahi ditemui di kantornya mengenai pembangunan rehabilitasi irigasi yang diaksanakan CV Bornok Jaya, mengatakan bahwa pemberitaan BN itu sudah terlambat.

“Sudah 27 media yang memberitakannya, dan koran kalian media yang ke-28 kalinya,” sebut Silalahi.

Malahan Silalahi mempertanyakan di mana kesalahan bangunan tersebut. “Yang jelas kami membangunnya secara baik. Kalau yang baru dibangun tampak retak, itu bisa dibongkar dan kami siap memperbaikinya. Dan kami juga akan memperkuat pondasi karena di tempat proyek itu ada mata-mata airnya,” tukas Silalahi.

Pada kesempatan itu juga Kabid Dinas Pengairan Saut Manullang mengatakan sambil menunjukkan sepatunya yang berlumpur. “Kami terus ke lokasi proyek untuk mengawasi supaya jangan sembrono membuat pasangan campuran semen. Jadi kami dengan kawan-kawan yang berkaitan dari kantor ini sudah terus turun ke lapangan. Mana proyek yang salah harus diperbaiki, malah kami tak ingat lagi makan,” tuturnya.

DPRD Komisi B Jonser Purba mengatakan proyek pembangunan rehabilitasi irigasi yang masih pelaksanaan sekarang yang berbiaya Rp 815 juta lebih harus diawasi. “Karena proyek itu sudah termasuk besar pagunya, apa batu yang bekas dipakai,” tutur DPR Komisi B. (M001)

banner 468x60