Syahrudin Putera : Kemajuan Teknologi Saat Ini Menuntut Perubahan

SUKADANA | bongkarnews.com – Kemajuan teknologi saat ini menuntut perubahan, sekuat apapun menahan perubahan itu dia akan terus berjalan, cara yang paling tepat kita menghadapi perubahan itu ialah beradaptasi dengan perubahan itu.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Syahrudin Putera saat menjadi Pembina Apel Mingguan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Senin (02/09/2019).

Melanjutkan penyampaiannya dibawah cerahnya matahari, Syahrudin mengatakan bahwa Berdasarkan Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak (KIA), pemerintah berkewajiban untuk memberikan identitas kependudukan kepada seluruh penduduk warga negara Indonesia terutama yang berusia 0 tahun sampai dengan 17 tahun kurang satu hari. Tindak lanjut dari Undang-undang tersebut diatas, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai Instansi pelaksana, akan melaksanakan launcing KIA.

Untuk memaksimalkan dan memberikan nilai tambah KIA tersebut, pemerintah melalui dinas Kependudukan dan pencatatan sipil akan melakukan perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga sebagai mitra bisnis, “tentu nanti diawali dulu dengan MoU dengan pihak ketiga sebagai mitra bisnis yang bergerak dalam bidang kesehatan, perbankan serta usaha ekonomi lainnya”.

“Jadi program ini terintegrasi, sehingga ketika nanti bayi nya lahir di rumah sakit langsung diberikan kartu identitas anak.

Itu sebagai bentuk pelayanan prima yang dilakukan oleh pemerintah daerah, sehingga masyarakat itu merasa bahwa pemerintah itu ada dan menjalankan fungsinya”.

Lebih lanjut pada apel yang diikuti oleh seluruh ASN dan Staf di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur itu, Syahrudin menambahkan,

“Makanya dalam waktu dekat nanti bagian organisasi akan melakukan study pembelajaran ke kabupaten/kota atau provinsi yang dianggap mampu dan bisa mengimplementasikan pelayanan pada masyarakat secara lebih maksimal atau ada istilahnya itu mall pelayanan publik, itulah nanti yang akan kita lakukan study pembelajaran” pungkasnya. (Rizky)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *