Puluhan Hektar Kebun Tani Serta Rumah Warga Pedalaman Bireuen Rawan Musibah Longsor

Kondisi beton tebing pengamaman yang terpasang secara terputus dibagian saluran tersebutsekitar tahun lalu terlihat sudah patah dan bongkahnya terjatuh dalam badan saluran. Sehingga selain kondisinya sudah dangkal dan butuh penangan intensif pihak pemerintah daerah sarana pengairan yang ada tersebut terkesan tidak lagi berfungsi mensepty perkampungan dari kejadian luapan derasnya air yang terkumpul dari pegunungan terdekat.

BIREUEN | BN – Puluhan rumah beserta puluhan hektar kebun tani warga Desa Abeuk Usong kawasan pedalaman Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen terutama yang bertempat tinggal pinggiran saluran induk lintasan desa tersebut rentan terkena musibah longsor.

Pasalnya, gencarnya debit air yang meluap berupa banjir kiriman dari Ie Angkop yang terkumpul dari meningkatnya jumlah air saat musim hujan tiba tak sepadan dengan sarana pengairan Brahim Corong yang melintas sepanjang Desa Abeuk Usong.

Bacaan Lainnya

Adapun sarana pintu air yang telah dibangun pemerintah sekitar tiga tahun silam, dibarengi tebing pengaman beberapa lokasi terputus pun kini sudah mengalami kerusakan total.

Seiring waktu kondisi rawan bencana bagi sekitar 40 rumah warga yang mendiami bangunan pinggiran saluran tersebut pun rawan diterpa longsor dadakan, terutama saat meluapnya air yang melaju deras dari pegunungan yang jaraknya hanya sekitar satu kilometer.

Kepada Bongkar News Minggu 21 Mai 2017 Kades Abeuek Usong Muhammad Dahlan yang akrab disapa dengan nama Haji memperlihatkan lokasi bagian saluran berjarak beberapa meter dengan bangunan rumah penduduk yang sudah tampak gelagat bakal mengalami longsor.

Kades Haji yang saat itu turun lapangan bersama Ketua Tuha Peuet Zulkifli (Apadon) dan Sekdes Tgk Zakaria dengan nada antusias mengamanatkan melalui media tentang kondisi Desa Abeuek Usong Kini.

“Kami butuh kepedulian serius pemerintah untuk disegerakan antisipasinya untuk menyelamatkan tempat kediaman beserta puluhan hektar lahan tani warga yang nyaris dibawa air luapan,” ungkap Kades yang dikenal loyal berteman dengan warga seputaran  Kota Kabupaten Bireuen , Muhammad Dahlan.

Menurut uraian Kades Haji yang diriwayatkan Sekdes Tgk Zakaria bersama Ketua Tuha Peuet Apadon bahwa saluran yang dinamai Brahim Corong yang melintas Desa Abeuek Usong merupakan sarana yang mengairi air yang bersumber dari pegunungan Ie Angkop hingga berakhir dan  terbagi kekawasan perkampunngan dan persawahan Desa Teupok Tunong serta Teupok Baroh Kecamatan yang sama.

Warga yang saban musim turun hujan pertahunan merasa was-was dengan imbas yang bakal melanda atas  nasib mereka. Kondisi kelayakan sarana pengairan yang tersedia semakin tak banyak fungsi tanpa dilakukan peningkatan sarana penangkal, setidaknya yaitu dengan pemasangan tebing pengaman berjenjang dalam bentuk  bronjong.

Sebagaimana halnya yang disampaikan tiga pengelola utama Desa yang bertetangga dengan Desa Blang Gandai tersebut, antisipasi yang didambakan warga dari pemerintah daerah adalah dengan mengarahkan proyek fisik tebing pengaman saluran berupa pemasangan batu bronjong yang total jaraknya berkisar  500 meter.

“Pemerintah daerah dan Propinsi tentu tau kondisi yang membuat warga desa kami sering berkeluh kesah, apalagi dalam dua tahun bertubi sebelumnya peristiwa luapan air hingga menggenagi desa Abeuek Usong, Kecamatan Jeumpa, Bireuen  juga sempat terpublis oleh beberapa media massa.

Mewakili warga mereka bermacam kata menyampaikan melalui wartawan media ini dengan penuh harap semoga kiranya harapan antisipasi dari pemerintah melalui unsure pejabat terkait peka merasa dan segera menampung  harapan penduduk Abeuek Usong dalam waktu dekat untuk  terhindar dari musibah longsor yang sudah sekian lama menjadi trauma bagi warga terutama sekali setiap berlalunya masa musim kemarau. (Roesmady)

Pos terkait