Program Pembangunan Di Siak Telah Sesuai RPJMD.

SIAK (BN) – Menanggapi pernyataan Anggota DPRD Kabupaten Siak Ariandi Tarigan pada salah satu Media Online beberapa waktu lalu yang menyebutkan program yang dijalankan Pemkab Siak selama ini tidak sesuai RPJMD, Plt.Kepala Bappeda Wan M. Yunus memberikan klarifikasi. Ia menilai, setakat ini kebijakan pembangunan telah sesuai dengan kesepakatan bersama DPRD selaku mitra Pemerintah daerah.

“Kami tidak memahami program yang mana dari RPJMD yang tidak dijalankan. Karena setiap tahun Pemerintah Kabupaten Siak selalu melaporkan Laporan Kinerja Pemerintah Daerah (LAKIP), kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian PAN dan RB, yang isinya capaian kinerja pemerintah daerah yang targetnya telah ditetapkan didalam RPJMD,” sebut Wan Yunus kepada awak media kemarin.

Berdasarkan laporan itu kata dia, Kabupaten Siak telah dua kali berturut-turut meraih penilaian Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Kategori B dengan nilai tertinggi di Provinsi Riau.

“Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Siak juga menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) kepada DPRD Kabupaten Siak, yang program dan kegiatannya ditentukan berdasarkan RPJMD,” jelasnya.

Lanjut Yunus menjelaskan, terkait kegiatan sembako murah, setiap tahun operasi pasar sembako murah dilaksanakan Pemkab Siak sebanyak dua kali setahun, yaitu mendekati bulan suci Ramadhan dan tahun baru.

“Sasarannya khusus masyarakat miskin yang terdata, untuk yang mampu tentu saja dengan harga normal melalui mekanisme harga pasa,”imbuhnya.

Sementara itu berdasarkan Peraturan Daerah nomor 7 tahun 2014 tentang Wajib Belajar 12 tahun yang telah disepekati antara eksekutif dan legislatif. Wan juga menjelaskan biaya pendidikan sudah gratis dan tidak ada lagi pungutan terhadap anak didik SD maupun SMP di sekolah negeri.

“Pengobatan di RSUD dan Puskesmas se-Kabupaten Siak juga telah digratiskan bagi seluruh masyarakat miskin di Kabupaten Siak. Untuk jalan penghubung antar kampung, yang belum terhubung setakat ini hanya Kampung Teluk Lanus di Kecamatan Sungai Apit, karena secara geografis jaraknya memang cukup jauh. Meskipun demikian, kita sudah mulai membuka jalan ke kampung tersebut,”ungkapnya.

Terakhir kata dia, mengenai beberapa iven yang dibuat, dimaksudkan untuk mendukung kemajuan Pariwisata Siak sesuai Visi Pembangunan Kabupaten Siak, yaitu menjadi tujuan wisata di Pulau Sumatera.

Wan Yunus menyebut membangun wisata memang tidak bisa serta-merta, perlu konsistensi dan komitmen yang tinggi. Bali bisa menjadi seperti sekarang ini karena promosi wisatanya sudah dimulai sejak zaman dahulu.

“Timbal balik iven yang kita kembangkan sekarang tidak bisa langsung instan kita peroleh manfaatnya. Namun demikian banyaknya iven wisata telah membuat Siak semakin dikenal, sehingga bertambah ramai orang yang berkunjung ke Siak,”pungkasnya (Sugianto)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *