Kota Langsa | Bongkarnews.com – Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Samudra (UNSAM) Langsa, Aceh menanti jawaban hasil Rekomendasi dari Bahtiar Yacob, Rektor UNSAM Langsa, Kamis (23/8/2018).
Mahasiswa mundur Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Wakil Rektor I Bidang Akademik di Universitas Negeri Samudra Langsa ini.
Pihak mahasiswa telah merekomendasikan Bahtiar Yacob sebagai Rektor UNSAM Langsa Aceh dan menunggu keputusan yang akan disampaikan pada tanggal 27/Agustus mendatang, tepatnya pada hari Senin di saat bersamaan pembukaan Orentasi pengenalan kampus (Ospek) UNSAM Langsa.
Presiden Mahasiswa mengingatkan Rektor untuk memenuhi tuntutan tersebut, jika tidak memenuhi tuntutan mahasiswa, maka secara otomatis mahasiswa akan melakukan aksi massa lebih besar untuk menduduki kampus yang akan datang.
Sebelumnya para Mahasiswa telah melakukan Aksi demo beberapa hari terakhir tepatnya pada tanggal 20/8/2018 di kampus UNSAM Langsa, Aceh.
“Kita ingatkan Rektor, bila tuntutan ini tidak dipenuhi, maka kami akan lakukan aksi demo besar-besaran, hal ini tentu kami lakukan demi memperjuangkan aspirasi mahasiswa – mahasiswi,” tegas syahrul.
Kedua, masih menurut Presma UNSAM, Wakil Rektor dinilai tidak profesional dalam berkerja khususnya dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi terhadap mahasiswa dan organisasi kampus ini.
“Dia (Wakil Rektor) tidak memahami manajemen kelembagaan ormawa dalam menjalan kinerjanya tidak sesuai dengan tupiksi,” tambah Presma UNSAM Langsa itu.
Presiden Mahasiswa UNSAM mendesak rektor UNSAM, Kamis (23/8/) agar secepatnya di ganti warek I dan III ini.
Masih banyak persoalan yang tidak diselesaikan oleh Bukhari selaku Warek III membidangi Organisasi Kemahasiswaan itu.
“Sampai saat ini Surat Keputusan (SK) Ormawa ditahan belum tuntas hingga berbulan-bulan tanpa penjelasan,” terang Syahrul.
Ketiga, masih menurut Syahrul, segala aktivitas kegiatan program mahasiswa tidak pernah melibatkan para Ormawa dan memutuskan sepihak saja.
“Kegiatan aktifitas mahasiswa di kampus seharusnya tugas dari ormawa terkesan dilakukan sendiri oleh Warek III tanpa di musyawarahkan yang membidangi programnya itu,” ucap Syahrul.
Lanjutnya lagi, mahasiswa dalam kegiatan kampus tidak pernah di ikut serta sehingga peran Ormawa tidak berfungsi.
“Hal tersebutlah memuai kemarahan dan kekecewaan para aktifis dan mahasiswa untuk beraksi,” terang Presma Unsam ini.
Belum lagi, Saiman Wakil Rektor I bidang Akademik temperatur tinggi dan mempersulit mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan membuat kecewa mahasiswa
“Sikap arogan yang di peratekkan terhadap mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan akademik dan malah menjadi polimik tidak mendapatkan solusi, alias sombong dan angkuh,” terang Presiden Mahasiswa.
Karakter Saiman, masih menurut Syahrul, sebagai Warektor I ia tidak mencerminkan sosok pendidik dan sifatnya arogansi terhadap mahasiswa dan ormawa di saat ada persoalan ia kerap menggunakan emosional bahkan engan memecahkan persoalan kemahasiswaan.
Syahrul, mengharapkan kedua Warek tersebut harus segera digantikan dan bila hal ini tidak dipenuhi, ia dan rekan-rekannya akan mengerakkan massa lebih besar lagi.
“Kita akan melakukan aksi yang kedua dalam beberapa waktu ini, bila tuntutan kita tidak di penuhi akan aksi lebih besar lagi dan menduduki kampus hingga memenuhi tuntuntan mahasiswa,” demikian tutup Syahrul kepada media.( Zl/rdi)





