Permasalahan  PKL di Kota Medan Tak Pernah Berubah

Medan, BN- Pemerintah kota Medan tidak memiliki grand design (rancangan besar-red) dalam penataan Pedagang Kaki Lima (PKL). Permasalahan PKL di Kota Medan dari tahun ke tahun tidak pernah ada perubahan. PKL di Kota Medan selalu dihadapkan dengan kekerasan berupa penertiban oleh Satpol PP bahkan tidak jarang terjadi kontak fisik.

“Bagi Partai Keadilan Sejahtera, PKL adalah aset yang berharga dan harus diberdayakan. Namun, kami melihat Pemko Medan tidak memiliki grand design soal penataan PKL ini, ini yang kami tuntut sejak lama,” jelas Penasehat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Salman Alfarisi, pada hari aspirasi bertajuk “PKL Ditata atau Digusur ?” yang diselenggarakan FPKS DPRD Kota Medan, Kamis (22/2/2018).

Salman menilai, permasalahan PKL harus menjadi perhatian serius Pemko Medan. “PKL ini urusan serius, maka dari itu perlu adanya Grand Design yang disiapkan Pemko Medan. Mau seperti apa PKL Kota Medan dibuat,” jelasnya.

Disadari Salman, PKL adalah bagian dari Kota Medan dan masalah PKL bukan semata urusan Walikota Medan melainkan sudah harus menjadi urusan bersama.

“Walikota Medan harus memimpin langsung penataan PKL ini, disamping Walikota merupakan Kerua Forkopimda, dengan itu Walikota Medan bisa melakukan komunikasi lintas dan langsung dengan lembaga lainnya seperti Polresta, Dandim dalam menyelesaikan maslaah PKL ini,” jelasnya.

Dalam perosalan ini, PKS sangat menyayangkan ketidak hadiran perwakilan Pemko Medan dalam “Hari Aspirasi”. “Kita sangat menyayangkan ketidak hadiran perwakilan Pemko Medan, padahal acara ini dilakukan dalam rangka mencari formulasi penyelesaian masalah PKL di Medan,” ucap Salman.

 Sementara itu, sejumlah PKL yang hadir di forum hari aspirasi menyampaikan banyaknya pungutan yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Pungutan yang diminta kepada para PKL terkadang menggunakan dalih uang keamanan, uang kebersihan dan uang sampah.

“Kami terkadang dipungut uang sampah, uang keamanan. Itulah yang kami alami sekarang, jika ada penertiban kami terpaksa main kucing-kucingan,” jelasWar Johan PKL di kawasan Halat.(ft)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *