Pemko Tangsel Belajar Ke Medan Soal Skema KPBU Pembangunan LRT

Medan ,BN- Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan studi banding ke Kota Medan yang diterima oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan, Ir. Qamatul Fattah di Kantor Walikota Medan, Kamis (1/3).

Kunjungan rombongan Pemko Tangsel yang dipimpin Asisten Ekbang Kota Tangsel, Uus Kusnadi ini dalam rangka mempelajari Pola Skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Rencana Pembangunan Proyek Light Rapid Transit (LRT). Selain itu untuk mempelajari terkait Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) Pemrakarsa Proyek Pembangunan LRT Kota Medan, serta Perencanaan LRT dan Integrasi Moda Angkutan di Wilayah Kota Medan.

Uus Kusnadi menggambarkan Kota Tangsel merupakan kota yang tidak terlalu besar namun memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dengan tingkat mobilitas yang tinggi pula, sehingga memerlukan suatu alternatif dalam mengelola kemacetan kota dengan angkutan transportasi massalnya.

Asisten Ekbang Kota Medan Qamarul Fattah menyambut baik kedatangan Pemko Tangsel di Kota Medan. “Kita harap silaturahmi ini dapat terjaga karena disatu sisi juga selama ini Pemko Medan memiliki hubungan baik dengan Pemko Tangsel,” sebutnya didampingi Kadis Perhubungan Renward Parapat, Kabid Lalu Lintas Angkutan, Suriyono dan Kabid Fisik Bappeda Kota Medan Ferry.

Dikatakan Qamarul, isu transportasi masal menjadi salah satu fokus utama Pemko Medan dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat. Saat ini Pemko Medan tengah dalam proses kajian perencanaan proyek pembangunan LRT dan BRT, sehingga dalam beberapa tahun kedepan Kota Medan sudah memiliki sarana transportasi massal tersebut.

Disamping LRT dan BRT ini, Pemko Medan juga menerapkan konsep skema KPBU pada sektor Kesehatan yakni Pembangunan RSUD Dr. Pirngadi.

Menambahi penjelasan tersebut, Kadis Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat, ATD, MT menyebutkan rencana pembangunan LRT Medan sendiri telah tercantum dalam daftar Public Privat Partnership (PPP) project 2017 atau KPBU yang disusun oleh Bappenas.

Dia mengatakan LRT akan dibangun berbarengan satu paket dengan Bus Rapid Transportation (BRT) yang akan diintegrasikan untuk mendukung kelancaran transportasi di Ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Sementara dalam ekspose Bappeda yang disampaikan Kabid Fisik Ferry, dijelaskan penerapan sistem KPBU di Kota Medan ini mengingat keterbatasan kapasitas APBD Kota Medan dan dinilai lebih efisien jika dikerjasamakan dengan pihak swasta.

“Untuk pemrakarsanya, KPBU diprakarsai oleh Pemko Medan dengan Penanggung Jawabnya berada langsung di bawah Walikota Medan Drs. H T Dzulmi Eldin. Sedangkan untuk pola pengembalian dana dengan KPBU di Kota Medan direncanakan menggunakan konsep User Charge (Tarif Penumpang) dengan masa kontrak 35 tahun,” papar Ferry.

Diakhir sesi, pimpinan rombongan Uus Kusnadi menyampaikan rasa terima kasihnya atas pengalaman yang dibagikan oleh Pemko Medan hari ini.

“Hasil kunjungan kerja ini akan kita jadikan referensi dalam persiapan Pemko Tangsel menyusun Rencana Proyek LRT dengan skema KPBU. Hal ini diharapkan menjadi solusi mengatasi kemacetan di Kota Tangsel sudah sangat tinggi,” tuturnya.

Pertemuan yang berlangsung akrab tersebut ditutup dengan saling memberi cendera mata antara Pemko Medan dan Pemko Tangsel. (ft)

 

EPAPER BONGKARNEWS