Pelanggar Qanun Jinayat Sepasang Bukan Mukhrim Dihukum Cambuk

ACEH TENGAH | Bongkarnews.com – Pelanggaran Qanun tentang Hukum Qanun Jinayat, Sepasang Bukan Mukhrim dihukum Cambuk,di gelar dihalaman Gedung Olah Seni (GOS) Takengon Kabupaten Aceh Tengah, Kamis, 05/07/2018.

Kedua pelanggar Qanun Jinayat itu diantaranya, Laki-laki RF (20) Warga Bener Meriah dan Perempuan MI (22) Warga Aceh Tenggara masing-masing dicambuk sebanyak 100 kali.

Pelaksanaan Cambuk tersebut turut disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Tengah Alam Syuhada, Kepala Rutan Takengon Sugianto, Ketua Kejaksaan Negeri Takengon Jazuli, SH, dan ratusan masyarakat.

Sementara itu, mewakili Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar yang dibacakan oleh Kepala Dinas Syariat Islam Alam Syuhada mengatakan, pihaknya selalu siap dan tidak segan-segan melakukan hukuman cambuk terhadap pelanggar Syariat Islam di Kabupaten berhawa sejuk itu.

“Eksekusi ini merupakan bentuk efek jera dan pelajaran bagi pelanggar Syari’at, kegiatan ini menjadi pembelajaran bagi pelaku dan masyarakat secara umum,”terangnya.

Ia menambahkan, pelanggaran tersebut merupakan perbuatan mungkar yang sangat dilarang dalam agama islam dan bertentangan dengan adat yang ada di Aceh terutama Aceh Tengah.

“Ada 10 dalam Qanun nomor 6 tahun 2014 yang harus dihindari, Minuman Khamar, Maisir atau Judi, Khalwat, Jina, Ikhtilat, Pemerkosaan, Pelecehan, Homo, Lesbian, Menuduh orang berzina tanpa ada alat bukti, masyarakat harus memahami hal-hal ini dan dapat meninggalkannya”, jelas Alam Syuhada.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, saat ini Pemerintah Daerah telah berusaha membuat langkah-langkah pencegahan.

“Kami sudah membentuk pengawas Syariat Islam di Kampung untuk memberikan pencegahan terhadap pelanggaran Syariat Islam”, tutupnya.(Charim)

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas