P2MELSI Minta Jokowi Benahi Infrastruktur di Elsel

MANGGARAI TIMUR | Bongkarnews.com – Perhimpuanam Pemuda dan Mahasiswa Elar Selatan Se-Indonesia (P2MELSI) kembali mendesak Presiden Jokowi terkait masalah pembangunan Infrastruktur jalan di Manggarai Timur yang belum ada titik temunya. P2MELSI menilai keadaan infrastruktur jalan di Kabupaten Manggarai Timur, NTT khususnya di Kecamatan Elar Selatan telah menjurus kepada masalah kemanusiaan.

Dalam Press Release yang diterima Media ini, mantan Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Elar Selatan (IP2MKES) Makassar, Nandik Ferdinand mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi jalan yang tidak layak untuk digunakan itu.

“Sejumlah tokoh Masyarakat di Wukir, Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan pernah melayangkan surat terbuka untuk Bapak Presiden untuk minta jalan layak pakai yang menghubungkan Kisol-Paanlelng- Mbata-Mamba-Wukir Elar-Mombok- Bealaing sebagai Jalan Negara,” jelasnya.

Ferdinand melanjutkan, jalan strategis Bealaing-Mukun-Mbata-Wukir hingga Mbajang merupakan jalan Provinsi. Pada tahun 1989, jalan tersebut pernah diaspal saat Kabupaten Manggarai Timur belum dimekarkan. Saat itu masih dibawah kepemimpinan Almarhum Gaspar Parang Ehok, tetapi kini rusak parah karena minim pemeliharaan dan perbaikan. Sebagai gambaran kepada Presiden bahwa jalan tersebut kini sangat memperihatinkan.

“Sekarang hanya bongkahan batu cadas, lumpur dan dipenuhi oleh dedak kasar. Lain lagi dengan jalan yang berstatus Kabupaten, hampir tidak ada yang bagus. Untuk perbaikan jalan yang berstatus Kabupaten sudah dilakukan, tapi itupun tak bertahan lama dan jalannya kembali hancur seperti sebelumnya,” tutur pria berdarah Elar Selatan itu.

“Kami mendesak Pak Jokowi sesegera mungkin melihat kondisi infrastruktur jalan yang membuat beberapa sektor kehidupan seperti roda perekonomian misalnya tersendat,” tukasnya.

Sementara itu desakan yang sama datang dari Gerry Tojong, koordinator P2MELSI yang sebelumnya pernah melayangkan surat ke KEMENDAGRI terkait masalah tapal batas dan infrastrukur jalan lintas kabupaten itu.

Gerry Tojong menilai masalah infrastruktur jalan di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur tersebut merupakan masalah yang sangat serius dan telah menjurus pada masalah kemanusiaan.

“Sebagai warga negara yang harus dijamin hak hidupnya, kami merasa minder. Kondisi jalan berlumpur saat musim hujan dan berdebu saat musim kemarau,” kata mantan Ketua ELS (Elar Selatan) Jogja itu.

Ia menuturkan, masyarakat Manggarai Timur, khususnya di Kecamatan Elar telah lama menikmati fasilitas negara yang tidak layak. Hal itu dipertegasnya dengan sebuah penilaian bahwasannya kondisi tersebut tidak lebih dari sebuah bentuk kejahatan dalam hal pengingkaran Hak Dasar.

“Ia, kondisi infrastruktur jalan yang sangat buruk itu menjadi indikator mandeknya beberapa sektor kehidupan masyarakat,” tegas mahasiswa Ilmu Pemerintahan itu ketika ditanyai korelasi antara infrastruktur jalan dengan bidang kehidupan lainnya.

Dirinya mengamini jika masalah pembangunan di Kecamata Elar Selatan Kabupaten Manggarai Timur itu adalah infrastrukur jalan, namun demikian, tanbahnya, masih begitu banyak kerisauan akibat minimnyansarana dan prasarana publik.

“Kami berharap di ujung masa kapemimpinannya (Pra Pemilu 2019-Red), Jokowi bisa melihat kondisi ril yang dirasakan masyarakat yang terisolasi itu,” tutup pria berdarah Wukir itu. (r)

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas