Milyaran Rupiah Rehab Dua SDN di Salak, Belum Setahun Dinding Retak

example banner

PAKPAK BHARAT | Bongkarnews.com – Hanya beberapa bulan proyek Dua unit rehab bangunan Sekolah Dasar (SD) yang terletak di Salak atau di pusat ibukota Kabupaten Pakpak Bharat, Sumut tersebut menelan miliyaran rupiah tersebut kini beberapa titik fisik bangunan sekolah bertingkat tersebut sudah terdapat retak-retak.

Dugaan penyebab bangunan tersebut kurang berkualitas, mungkin karena minimnya pengawasan dari pihak terkait pada proses pengerjaan proyek rehab dua unit sekolah bertingkat tahun 2017 tersebut.

Namun kalau kita bicara pengawasan pada saat berlangsungnya proses pengerjaan rehab dua unit Sekolah Dasar yakni SDN 033931 Salak dan SDN 030412 Salak, kedua sekolah tersebut terletak satu halaman (satu lokasi) bahwa pengawasannya terkesan tidak main-main dimana salah satu dinding sekolah SD tersebut terbentang spanduk bertulisan “PROYEK INI DALAM PENGAMANAN TP4D KEJAKSAAN NEGERI DAIRI” namun hasilnya atau mutu kedua bangunan tersebut malah mengecewakan.

Bangunan dua unit gedung SD bertingkat tersebut banyak mengisahkan segudang tanda tanya yang semestinya harus diungkap. Bangunan gedung sekolah tersebut dikerjakan tahun 2017 sedangkan pengejaan kedua bangunan tersebut dilapangan baru selesai dikerjakan oleh pihak rekanan pemborong tahun ini 2018.

Ketua Tim PHO, Natal Banurea disaat dikonpirmasi Media Bongkarnews.com diruang kerjanya baru-baru ini mempertanyakan apakah kedua bangunan tersebut sudah di PHO, dijawab.

“saya selaku ketua tim PHO kedua unit bangunan rehab sekolah SDN 033931 dan SDN 030412 sampai saat ini tidak pernah menanda tangani berita PHO kedua sekolah tersebut. Sebab sekolah tersebut selesai dikerjakan tahun 2018 sedangkan SK kami selaku tim tahun 2017, tentunya kami sesuai dengan SK kami tidak punya hak lagi menanda tangani terkait PHO terhadap kedua sekolah bertingkat tersebut,” singkat ketua tim PHO menjawab pertanyaan media diruang kerjanya, Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pakpak Bharat, Sumut.

Mengenai kondisi bangunan yang sudah retak-retak saat ini, Ketua Tim PHO Natal Banurea tidak dapat menjawabnya dengan alasan “ itukan bukan bidang saya atau gawai saya yang menjawab bos” terangnya.

Hasil komfirmasi media ini dengan beberapa orang tua murid yang bersekolah di SDN 033931 dan SDN 030412, (13/08/2018) terkait kondisi sekolah tersebut sampai saat ini belum bisa ditempati padahal di jendela kaca sekolah SD tersebut ada tertempelkan sebuah kertas HPS bertulisan “sekolah ini menerima murid baru ajaran 2018” kompirmasi singkat tersebut tepatnya di pintu gerbang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Negeri 1 Salak.

Dimana mulai bangunan rehab gedung kedua SD tersebut dimulai tahun 2017 sampai saat ini para murid kedua sekolah SD tersebut ditumpangkan untuk melaksanakan kegiatan sekolah di SMPN 1 Salak tersebut.

“kami juga bingung sampai kapan anak kami di titip mengikuti belajar sekolah di SMP ini. Disisi lain anak kami masuk sekolah harus siang setelah usai siswa SMP belajar anak kami masuk sekolah, tentunya anak kami belajar sudah kurang maksimal. Sebab biasanya anak-anak pagi sudah belajar siang istirahat atau bermain bersama temannya di rumah” katanya.

“Dan, masih lanjut salah satu orang tua murid, ada info bahwa bangunan gedung sekolah SD tersebut ada yang retak-retak, tentunya kami kuatir gedung sekolah tersebut akan semakin panjang tidak bisa akan di tempati” tandas salah satu orang tua murid yang meminta jati dirinya tidak dimuat di media ini. Sampai saat berita ini dilangsir pihak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pakpak Bharat belum berhasil di kompirmasi. (PILDO JUNIPER SINAMO)

EPAPER BONGKARNEWS

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas